Yamaha NMax

Kasus TBC di Jabar Baru 50% Teratasi

  Senin, 08 April 2019   Nur Khansa Ranawati
Sekretaris Daerah Jabar, Iwa Karniwa. (Nur Khansa/ayobandung)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Jumlah kasus penyakit tuberkulosis atau TB/TBC di Jabar adalah salah satu yang tertinggi di Indonesia. Sekretaris Daerah Jabar, Iwa Karniwa mengatakan, dari total 842 ribu kasus TBC di Indonesia, 127 ribu kasusnya berada di Jabar.

"Dari 127 ribuan itu yang bisa diobati baru 50% nya," jelasnya ketika ditemui di Aula Barat Gedung Sate, Senin (9/4/2019).

Hal tersebut, Iwa mengatakan, salah satunya dipicu oleh ketidaktahuan masyarakat atas gejala penyakit TBC. Konsekuensinya, tak jarang warga baru berobat ketika penyakit telah bertambah parah.

"Kendalanya karena memang banyak yang belum mengetahui gejalanya dan yang bersangkutan tidak merasa dia TBC. Setelah parah baru berobat," jelasnya.

Untuk itu, dia mengatakan, perlu diadakan sensus oleh Dinas Kesehatan untuk memetakan jumlah penderita TBC di Jabar. Sehingga, pencegahan penularan lewat pengobatan dapat berlangsung dengan lebih efektif.

"Perlu ada penyelidikan atau sensus ke lapangan oleh Dinkes. Sekarang itu sudah dilakukan, dan yang terpenting tetaplah pola hidup bersih dan sehat," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Jabar, Uus Sukmara mengatakan, perbandingan jumlah penderita TBC di Jabar adalah 500 orang per 10 ribu penduduk. Penularannya cukup mudah dan lebih beresiko pada orang dengan daya tahan tubuh lemah. 

"Di Jabar TBC itu per 10 ribu orang ada 500-an kasus. Kalau oramg TBC tidak mengakses pengobatan, itu yang jadi sumber penularan, masalahnya itu," jelas Uus ketika ditemui dalam kesempatan yang sama.
Untuk itu, guna me akselerasi pemberantasan TBC di Jabar, Pemprov Jabar menggenjot keseluruh 27 kabupaten/ kota untuk membuat rencana aksi daerah terkait penanganan TBC. Saat ini, baru 5 daerah yang telah merumuskannya. 

"Rencana aksi daerah ini langkahnya adalah bagaimana kita menyelesaikan kasus TBC di Jabar lewat peran sosialisasi dan edukasi soal penyakit tersebut pada masyarakat," pungkas Iwa. 
 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar