Yamaha NMax

Pemilu di Musim Panen Ikan, Nelayan Cianjur Lebih Pilih Melaut

  Minggu, 07 April 2019   Fira Nursyabani
(Ilustrasi) Pekerja mensortir ikan tongkol di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN), Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (6/4/2019). (ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM -- Ratusan nelayan di pesisir pantai Cianjur selatan lebih memilih melaut daripada mencoblos dalam pemilu pada 17 April mendatang. Menurut mereka, pemilu bersamaan dengan musim panen ikan yang sejak beberapa bulan terakhir ditunggu-tunggu.

"Pemilu kali ini bersamaan dengan musim panen ikan, kami lebih memilih untuk pergi melaut dibandingkan harus pergi ke TPS yang sudah ditentukan, biasanya melaut selama tiga hari," kata Jamal (52) seorang nelayan di Pantai Jayanti kepada wartawan, Sabtu (6/4/2019).

Ia menjelaskan, bulan April merupakan musim panen ikan seperti ikan Layur, Sotong, Tongkol, dan sejumlah ikan lainnyayang hanya berkembang biak pada April. Sehingga sebagian besar nelayan akan melaut, meskipun bersamaan dengan pemilu.

"Musim panen ikan terjadi mulai Maret sampai April, sekali melaut kami mampu membawa pulang hasil tangkapan hingga satu kuintal per satu kali melaut, jadi rugi kalau satu hari tidak melaut," katanya.

AYO BACA : Atlet Cilik Asal Cianjur Torehkan Prestasi Internasional

Saat panen ikan tiba, nelayan mampu membawa pulang uang ke rumah mencapai Rp4 juta hingga Rp5 juta rupiah. Sehingga mereka memilih melaut dari pada harus menyalurkan aspirasinya meskipun hanya butuh waktu beberapa menit.

"Daripada harus kehilangan penghasilan untuk anak dan istri, kami lebih memilih untuk melaut dari pada harus datang ke TPS karena kami pergi melaut pada malam hari dan kembali pagi," katanya.

Hal tersebut, tambah dia, sudah menjadi kebiasaan nelayan di pantai selatan, mereka lebih memilih melaut dari pada ke TPS karena selama ini tidak ada sosialisasi yang bisa mengharuskan mereka untuk datang.

"Meskipun ada yang melakukan sosialisasi terkait dengan pemilu tahun ini, kami akan tetap lebih memilih untuk pergi melaut. Selama ini, pemilu tidak menghasilkan apapun untuk nelayan," kilahnya.

AYO BACA : Sering Terjadi Kecelakaan Tunggal, Warga Minta Jalan Nasional Cianjur Diperbaiki

Sementara Ketua KPU Cianjur, Hilman Wahyudi, mengatakan pihaknya secara gencar telah melakukan sosialisasi ke berbagai kalangan di Cianjur, untuk meningkatkan partisipasi warga datang ke TPS pada 17 April termasuk kalangan nelayan.

"Nelayan di pantai Janyanti yang pernah kami datangi, tetap memilih untuk melaut karena pada bulan April sedang musim ikan. Namun kami melalui relawan tetap menggencarkan sosialisasi akan pentingnya pemilu untuk nelayan," katanya.

Bahkan untuk mencapai target, tambah dia, pihaknya berkoordinasi dengan PPK dan PPS setempat untuk melakukan sosialisasi langsung ke nelayan di pesisir selatan Cianjur, agar ke TPS menyalurkan aspirasinya sebelum melaut.

Sementara Sekjen KPU Endad Hamdani, menambahkan yang menjadi kekhawatiran pihaknya target aspirasi tidak tercapai karena hari H pemilu berdekatan dengan hari libur nasional pada tanggal 19 April.

"Biasanya kalau sudah libur panjang, warga lebih memilih berlibur ke luar kota. Namun kami akan terus menggencarkan sosialisasi agar tingkat partisipasi meningkat atau mencapai target," katanya.

Meskipun terkendala beberapa faktor tersebut, pihaknya optimis mampu mencapai target yang sudah diberikan KPU-RI karena sudah melakukan sosialisasi secara gencar diberbagai lapisan masyarakat dan pemangku kepentingan. 

AYO BACA : Curah Hujan Tinggi, Sejumlah Wilayah di Cianjur Banjir dan Longsor

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar