Yamaha Aerox

Menteri BUMN Resmikan 7 Fasilitas Produksi Amunisi PT Pindad

  Sabtu, 06 April 2019   Nur Khansa Ranawati
Jajaran direksi PT Pindad merayakan HUT Pindad ke-36 di Gedung Sate, Sabtu (6/4/2019). (Nur Khansa Ranawati/Ayobandung.com)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM—Menteri BUMN Rini M. Soemarno meresmikan sejumlah fasilitas produksi amunisi terbaru milik PT Perindustrian Angkatan Darat (Pindad) di halaman Gedung Sate, Bandung, Sabtu (6/4/2019). Peresmian ini sekaligus bagian dari rangkaian HUT ke-36 Pindad pada 29 April mendatang.

Dalam sambutannya, Rini menyampaikan apresiasi terhadap Pindad yang konsisten menjadi produsen andalan produk-produk pertahanan dan keamanan untuk mendukung TNI dan Polri.

AYO BACA : Warga Kiaracondong Meradang Gara-gara Bau Busuk TPA PT Pindad

"Dengan bertambahnya fasilitas produksi tersebut, saya yakin Pindad dapat lebih berperan serta dalam mewujudkan kemandirian pertahanan dan keamanan negara," ujar Rini. 

Acara peresmian tersebut didahului oleh gerakan fun walk yang diikuti ratusan peserta sejak pagi dengan garis finis di Gedung Sate. Dalam kegiatan tersebut hadir pula Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Direktur Utama Pindad, Abraham Mose beserta jajaran direksi dan komisaris.

AYO BACA : Pindad Sumbang Kapal Tongkang untuk Keruk Sampah Citarum

Adapun fasilitas produksi amunisi terbaru milik Pindad yang diresmikan berjumlah tujuh buah, meliputi Gedung Proses Assembling Munisi Kaliber 5.56 mm, Gedung Proses Pembuatan Komposisi Primer, Gedung Proses Loading Primer, Gedung Proses Tetrazen, Gedung Lapangan Balistik, Gedung Explosion Chamber, dan Gedung Lapangan GL dan AGL.

“Mendekati hari jadi ke-36, Pindad akan senantiasa mengembangkan diri sebagai BUMN yang tumbuh dan berkembang, berinovasi, serta mencapai kinerja yang optimal dalam memenuhi kebutuhan TNI dan Polri kita serta pasar internasional,” ujar Abraham.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyampaikan harapannya agar Pindad menjadi salah satu BUMN yang berperan memajukan pembangunan di Indonesia.

"Suatu hari kita akan jadi negara adidaya di 2045, syaratnya ekononomi naik 5%, demokrasi jangan dipakai berantem, milenial harus kompetitif, dan BUMN harus jadi pilihan utama untuk kemajuan pembangunan Indonesia," jelasnya. 

AYO BACA : Target Pindad 2019; Kontrak Rp7 Triliun

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar