Yamaha Lexi

Penyebab dan Cara Mencegah Kanker Serviks

  Sabtu, 06 April 2019   Irpan Wahab
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya Faisal Soeparyanto. (Irpan Wahab/Ayobandung.com)

SINGAPARNA, AYOBANDUNG.COM—Kanker serviks dapat ditimbulkan karena tidak memperhatikan pola hidup bersih dan sehat, berganti-ganti pasangan, merokok, dan mengonsumsi alkohol. Selain itu, kanker ini bisa disebabkan higienitas alat reproduksinya yang tidak terjaga dan asupan gizi yang tidak seimbang seperti pada junk food dan makanan awetan. 

Cara untuk memeriksa perempuan terkena kanker ini yaitu dengan tes IVA. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya Faisal Soeparyanto mengatakan, tes IVAadalah cara untuk screening kanker mulut rahim (serviks) perempuan yang disebabkan oleh papillomavirus.

AYO BACA : Ketahui Kanker Serviks dengan Tes IVA

Meski di Kabupaten Tasikmalaya belum ditemukan kasus luar biasa akibat kanker serviks, potensi terjadinya kanker tersebut masih cukup tinggi. Oleh karena itu, pemerintah berupaya melakukan sosialisasi serta motivasi terhadap masyarakat agar sadar dan memahami pentingnya pemeriksaan dini kanker serviks. 

"Alhamdulillah untuk di Kabupaten Tasikmalaya ini tingkat kesadaran wanita untuk IVA tes sudah sangat membanggakan. Hal itu terbutki dengan meningkatnya jumlah wanita yang datang ke puskesmas dan melakukan IVA tes," kata Faisal melalui sambungan telepon, Sabtu (6/4/2019). 

AYO BACA : Kanker Serviks Jadi Kanker Mematikan Keempat bagi Perempuan

Ditambahkan Faisal, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2016, setiap wanita berusia 30 sampai dengan 59 tahun, wajib melakukan pemeriksaan IVA dan payudara minimal setahun sekali. 

Untuk menyuseskan program perempuan bebas kanker serviks, puskesmas-puskesmas di Kabupaten Tasikmalaya sudah hampir 100 persen menerapkan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Tindakan yang dilakukan yaitu puskesmas wajib melakukan pemeriksaan bagi pengunjung wanita dalam rentang usia tersebut. 

"Untuk sarana dan prasana serta tenaga ahli di puskesmas-puskesmas, sudah tidak ada kendala. Tinggal kita mendorong Puskesmas menjalankan SPM," kata Faisal. 

Faisal menambahkan, wanita yang memegang Kartu Indonesia Sehat (KIS) tidak akan dikenakan biaya.

"Sedangkan untuk pasien umum dikenakan tarif kurang lebih Rp40.000 sesuai Perda," ucap Faisal.

AYO BACA : Phapros dan LIPI Kembangkan Alat Deteksi Dini Kanker Serviks

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar