Yamaha Aerox

Paviliun Alat Musik Indonesia Diminati Pengunjung Musikmesse Frankfurt 2019

  Sabtu, 06 April 2019   M. Naufal Hafizh
Pengunjung antusias mencoba instrumen musik biola buatan Indonesian Bamboo Community di Paviliun Indonesia di sela-sela pameran MusikMesse 2019, Frankfurt, Jerman. (istimewa)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM—Pengunjung MusikMesse Frankfurt 2019 banyak meminati paviliun Indonesia, sebagian besar merupakan pembeli ataupun pelaku bisnis di bidang industri alat musik yang berasal dari Jerman, Eropa, bahkan berasal dari Amerika, Asia, dan Afrika.

Deputi Pemasaran Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Joshua Simandjuntak dalam keterangannya, Sabtu (6/4/2019), mengatakan, beberapa calon pembeli sudah membuat janji temu bisnis dengan para delegasi Indonesia di Paviliun Indonesia.

AYO BACA : Centre Point Bandung, Dulunya Toko Alat Musik Terkenal di Indonesia

Paviliun Indonesia untuk pertama kalinya hadir di agenda itu dikoordinasikan Bekraf dengan membawa sebelas peserta pelaku di industri alat musik Indonesia yang bergerak di bidang instrumen alat musik, perangkat musik, dan asesorisnya.

Kegiatan Paviliun Indonesia ini didukung oleh perwakilan Indonesia di Jerman yaitu Konsulat Jenderal R.I di Frankfurt dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Hamburg.

AYO BACA : Indonesia Bahas Perkembangan Musik Digital dalam Forum PBB

Joshua mengakui, untuk memasarkan produk di pasar internasional diperlukan strategi khusus untuk dapat menembus dan bersaing dengan ribuan nama merek yang sudah terlebih dahulu melanglang buana di dunia alat musik.

"Dalam hal kualitas produk alat musik, Indonesia tidak kalah, bahkan sangat mampu bersaing dengan produk lainnya dalam kancah internasional, namun tampilan produk saja tidak cukup, para pelaku kreatif mesti mampu memahami keseimbangan akan tiga hal, yakni kualitas, harga, dan merek," kata Joshua.

Pada kegiatan ini, lanjut Joshua, para pelaku kreatif ditantang untuk terus meningkatkan kemampuan berbisnis baik dari sisi kalkulasi harga maupun kontinuitas produksi sampai komitmen pengiriman sehingga dapat melayani permintaan pasar dengan baik.

Di samping itu, strategi lainnya menurut Joshua adalah produk alat musik Indonesia juga harus diperkenalkan oleh figur-figur musisi dengan cara memakai produk alat musik buatan Indonesia.

Menurut data yang dirangkum UN Comtrade, angka ekspor Indonesia di bidang instrumen musik ke pasar internasional pada 2018 mencapai 585 juta dolar AS dan penetrasi pasar ekspor Indonesia ke negara Jerman mencapai 66,6 juta dolar AS pada 2018.

AYO BACA : Sasando dan Alat Musik Karya Anak Bangsa Hadir di Frankfurt Musikmesse 2019

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar