Yamaha Mio S

Rommy Dirawat, KPK Pastikan Pengamanan Agar Tidak Ada Pertemuan dengan Pihak Lain

  Sabtu, 06 April 2019   M. Naufal Hafizh
Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat menyampaikan keterangan kepada awak media di gedung KPK, Jakarta, Jumat (5/4/2019). (Antara/Benardy Ferdiansyah)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM—Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan pengamanan terhadap Romahurmuziy (RMY) alias Rommy, yang merupakan salah satu tersangka kasus suap terkait seleksi jabatan di lingkungan Kementerian Agama 2018-2019. Hal ini dilakukan agar tidak ada pertemuan antara Rommy dengan pihak lain.

"Di RS Polri itu kan ada mekanismenya, tidak sembarangan orang kemudian bisa datang ke ruang rawat inap apalagi ruang rawat inap untuk pembantaran ada ketentuan-ketentuan khususnya di sana dan juga KPK akan berkoordinasi dengan pihak Polri," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Jumat (5/4/2019).

AYO BACA : KPK: Romahurmuziy Mulai Bersikap Kooperatif

Selain agar tidak ada pertemuan dengan pihak lain, lanjut Febri, koordinasi itu dilakukan untuk memastikan tidak adanya pelanggaran-pelanggaran lainnya.

Sementara itu, pembiayaan selama dirawat di RS Polri itu, kata dia, KPK dapat menanggungnya sepanjang masih dalam batasan nilai yang masih dilingkupi oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

AYO BACA : Terkait OTT Romahurmuziy, PPP Jabar Minta Maaf

"Prinsip dasarnya untuk tindakan medis dalam bentuk apapun sepanjang masih dalam batasan nilai atau ketentuan yang masih dilingkupi oleh BPJS maka KPK dapat menanggung pembiayaan tersebut sepanjang dalam ruang lingkup kemampuan pembayaran BPJS. Kalau lebih dari itu tentu saja KPK tidak bisa melakukan pembayaran," tuturnya.

Febri menyatakan, tersangka Rommy mengeluh atas penyakit lamanya sehingga harus dirujuk ke RS Polri. Namun, ia enggan menjelaskan secara spesifik penyakit apa yang dialami oleh mantan Ketua Umum PPP itu.

"Kalau yang kami tanya ke dokter tadi keluhan tersebut adalah keluhan penyakit yang lama tetapi keluhannya persisnya seperti apa tidak tepat kalau saya menyampaikan," kata dia.

KPK telah menetapkan tiga tersangka terkait suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama RI Tahun 2018-2019. Diduga sebagai penerima Muhammad Romahurmuziy (RMY).

Sementara itu, diduga sebagai pemberi yaitu Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ) dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin (HRS).

AYO BACA : Kena OTT, Romi Merasa Dijebak

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar