Yamaha

Kuasa Hukum Minta Bahar bin Smith Minta Dipindahkan dari Tahanan Mapolda Jabar

  Kamis, 04 April 2019   Anya Dellanita
Bahar bin Smith menjalani sidang lanjutan di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bandung, Kamis (4/4/2019). (Anya Dellanita/ayobandung).

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Kuasa hukum Bahar bin Smith kembali mengajukan permintaan pemindahan lokasi penahanan kliennya tersebut. Menurutnya, lokasi penahanan Bahar di rutan Polda Jabar membuatnya susah dijenguk. 

"Kami mohon dibantu. Kalau diberikan keleluasaan, ada ustaz, habib, kawan dekat susah masuk ke sana, kami memohon, Yang Mulia," ujar pengacara Bahar dalam sidang pemeriksaan saksi di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bandung, Kamis (4/4/2019).

Menanggapi permintaan kuasa hukum Bahar, majelis hakim menungkapkan mereka tak bisa memutuskan. Pasalnya, hal tersebut merupakan teknis di lapangan. 

"Pada prinsipnya, orang mau membesuk itu boleh. Tapi ada teknis pengamanan yang kami enggak tahu," kata hakim.

Sementara itu, jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor mengatakan untuk proses menjenguk, orang yang bersangkutan memerlukan surat keterangan dari jaksa.

"Dari setiap yang berkunjung itu minta surat keterangan kepada kami. Kemungkinan yang tidak bisa bertemu itu yang tidak membawa surat," kata jaksa.

Usai sidang, kuasa hukum Bahar, Guntur Fathalillah mengatakan permintaan pihakmua adalah wajar saja. Menurutnya, dijenguk merupakan hak dari kliennya. Pihaknya juga menginginkan agar Bahar ditahan di rutan negara.

"Ya harusnya di rutan sesuai acara hukum pidana. Rutannya itu rutan negara bukan rutannya polisi," kata Guntur.

Terkait pernyataan jaksa yang menyebut diperlukannya surat, Guntur menyatakan hal itu terlalu berlebihan. 

"Enggak ada aturan main itu, lebay. Enggak ada harus pamit sama jaksa segala," tuturnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar