Yamaha Lexi

Ini Progres Pembangunan 7 Bendungan Proyek Strategis Nasional di Jawa Barat

  Kamis, 04 April 2019   Nur Khansa Ranawati
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jabar, Linda Al-Amin (kanan). (Nur Khansa/ayobandung).

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Saat ini, Jawa Barat tengah mengerjakan 7 proyek pembangunan bendungan baru di sejumlah daerah. Ketujuh bendungan tersebut tergolong ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), karena merupakan bagian dari program pembangunan 65 bendungan baru se-Indonesia.

Beberapa tujuan dibangunnya bendungan di Jabar adalah mendukung ketahanan air dan irigasi di Jabar, penyediaan air baku, pengendalian banjir hingga membantu mewujudkan ketahanan energi. Kepala Dinas Sumber Daya Air  (SDA) Jabar, Linda Al-Amin mengatakan ketujuh bendungan tersebut rata-rata akan rampung pada 2022 mendatang.

Ini bagian dari proyek pembangunan 65 bendungan baru se-Indonesia hingga 2023. Umumnya bendungan yang dibangun di Jabar baru bisa selesai pada 2022, jelasnya ketika ditemui di Gedung Sate, Kamis (4/4/2019).

Adapun ketujuh bendungan tersebut saat ini telah memasuki tahap pembangunan yang berbeda-beda. Ada pula yang masih bermasalah dengan pembebasan lahan. Untuk memahaminya lebih lanjut, Ayobandung.com merangkum progres pembangunan 7 bendungan atau waduk tersebut berdasarkan data dari Dinas SDA Jabar :

1. Waduk Kuningan

Waduk ini terletak di Kabupaten Kuningan dengan luas mencapai 221.59 hektar. Fungsi waduk ini adalah untuk pengendali banjir daerah di sekitarnya. Volumenya mencapai 26 juta meter kubik. 

Konstruksi proyek Waduk Kuningan sudah dimulai sejak 2013, dan hingga tahun ini  realisasi pembangunan fisik sudah mencapai 95.7%. Realisasi keuangan juga telah mencapai 95.7%.

Meski demikian, Linda mengatakan, waduk yang seharusnya sudah dapat diairi karena proses konstruksi fisik telah rampung ini masih terkendali masalah pembebasan lahan.

Untuk Bendungan Kuningan masih ada masalah pembebasan lahan yang belum beres. Kalau sudah selesai bisa digenangi secepatnya, jelasnya.

2. Waduk Cipanas

Waduk ini terletak di Kabupaten Sumedang dan Indramayu, dengan luas genangan mencapai 1.444 hektar dan volume 250 juta meter kubik. Fungsinya adalah sebagai pengendali banjir.

Hingga saat ini, konstruksi Waduk Cipanas yang sudah dimulai sejak 2016 telah mencapai 16.6% untuk realisasi fisik, dan 18% untuk realisasi keuangan.

3. Waduk Sadawarna

Waduk Sadawarna berada di daerah Kabupaten Subang, Sumedang dan Indramayu. Luas genangannya mencapai 498 hektar dan volume 43.5 juta meter kubik. Fungsinya adalah untuk mengendalikan banjir. Saat ini, progresnya masih berada dalam proses pembebasan lahan.

4. Waduk Leuwi Keris

Waduk Leuwi Keris berada di wilayah Kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis. Luasnya mencapai 242.9 hektar dengan volume 45.3 juta meter kubik. Selain untuk mengendalikan banjir, waduk ini juga berfungsi sebagai kawasan wisata hingga konservasi air tanah.

Konstruksi waduk ini sudah dimulai sejak 2016. Saat ini realisasi konstruksi fisik telah mencapai 46.8%.

5. Waduk Matenggeng

Waduk ini berada di wilayah Kabupaten Ciamis dan Pangandaran. Fungsinya adalah untuk irigasi, air baku, serta pengendali banjir. Saat ini, Waduk Matenggeng masih berada dalam proses peninjauan desain.

6. Waduk Sukamahi

Waduk Sukamahi tengah dibangun di Kabupaten Bogor. Luasnya mencapai 49.6 hektar dengan volume hingga 1.3 juta meeter kubik. Fungsinya adalah untuk kawasan wisata, konservasi, serta pengendali banjir.

Proses pembebasan lahan dan konstruksi yang dilakukan pada periode 2017-2018 saat ini telah mencapai realisasi fisik 14.1% dan keuangan 24.3%. 

7. Waduk Ciawi

Waduk ini berada di Kabupaten Bogor. Luasnya adalah 39.3 hektar, dan volumenya mencapai 5.03 meter kubik. Sama seperti Waduk Sukamahi, Waduk Ciawi akan difungsikan sebagai daerah wisata, konservasi, juga pengendali banjir. Konstruksi sudah dimulai sejak 2016, dan pembangunan fisik saat ini telah mencapai 9.5%. 

Linda mengatakan, seluruh pendanaan ketujuh waduk tersebut dibiayai oleh pemerintah pusat.

Pendanaan semua dari pusat, termasuk pembebasan lahan. Dinas SDA membantu pembangunan dengan mendukung penyelesaian pendampingan aspek-aspek sosial dan legalitas, jelasnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar