Yamaha Lexi

Menag: Nggak Terima Perbedaan Berarti Mengingkari Takdir Tuhan

  Kamis, 04 April 2019   Arditya Pramono
Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, saat menghadiri acara talk show

CIWARUGA,AYOBANDUNG.COM -- Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mengatakan toleransi beragama wajib dilaksanakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. 

Ia menyebut, sebagai masyarakat Indonesia menerima perbedaan dalam perilaku bertoleransi adalah realitas yang tidak terelakkan.

Hal tersebut ia katakan saat menghadiri acara talk show "The Future is Here : Perbedaan Itu Aset dan Asik" di Nuart Sculpture Jalan Setraduta Raya Blok L 6, Ciwaruga, Kabupaten Bandung Barat pada Kamis (4/4/2019). 

"Karena keragaman, kemajemukkan dan perbedaan itu realitas kita. Jati diri kita yang beragam. Nggak bisa kita ingkari," katanya. 

Menurutnya, sebagai bangsa yang beragama, toleransi adalah bentuk menerima takdir Tuhan yang telah menciptakan Indonesia dengan agama dan suku yang berbeda dan beranekaragam. 

"Takdir Tuhan yang membuat kita berbeda. Nggak menerima perbedaan, berarti mengingkari takdir Tuhan," ungkapnya. 

Lukman menambahkan, agar tidak ada konflik atau tindakan intoleran, cara terbaik untuk melihat keragaman agama dapat dilakukan dengan melihat agama dari esensinya. 

"Kalau lihat dari luar secara kelembagaan formal memang ada perbedaannya tapi kalau melihat secara dalam, agama apa saja pasti mengajarkan nilai-nilai universal yang baik," ucapnya. 

Sementara itu, stand up comedian nasional yang juga sukses menyutradari sejumlah film box office Indonesia, Ernest Prakasa, melihat keragaman agama dan suku di Indonesia merupakan aset yang sangat potensial dalam rangka membangun dunia industri kreatif Indonesia. 

"Dalam industri kreatif, perbedaan itu aset yang berharga. Kita harus merayakannya," ucapnya. 

Ernest melihat sejumlah filmnya bisa diterima masyarakat dengan jumlah penonton yang fantastis. Salah satu penyebabnya lantaran adanya sentuhan etnis dan agama yang beragam di adegan film. 

"Aktornya kita buat berkarakter orang Jawa, betawi, Sunda dan lainya dengan agama yang beda-beda juga. Ini aset kita. Bahkan keragaman itu bisa kita bawa ke level internasional," ucapnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar