Yamaha Mio S

Dianggap Langgar Aturan Ujian Nasional, Ridwan Kamil Minta Maaf

  Kamis, 04 April 2019   Nur Khansa Ranawati
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Nur Khansa Ranawati/Ayobandung.com)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM—Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sempat menyambangi SLB Kota A Bandung di Jalan Pajajaran pada Selasa (2/4/2019) untuk memantau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) hari kedua di sekolah tersebut. Dalam kunjungannya, pria yang akrab disapa Emil tersebut tampak memantau ujian dengan masuk ke salah satu ruangan kelas. Ombudsman RI perwakilan Jawa Barat menilai hal tersebut sebagai pelanggaran aturan.

Pasalnya, pihak yang diperbolehkan untuk berada di dalam ruang ujian hanyalah siswa peserta dan pengawas. Menanggapi hal tersebut, Emil menyampaikan permintaan maafnya.

"Selama enam tahun saya tidak pernah melakukan hal itu dan saya sudah meminta maaf," ungkapnya ketika ditemui di Gedung Sate, Kamis (4/4/2019).

AYO BACA : Ridwan Kamil Akan Buat Aplikasi Pemantau Program Citarum Harum

Dia mengatakan, kedatangannya saat itu adalah untuk memberi semangat bagi peserta didik. 

"Kehadiran saya di sana untuk memberi motivasi pada peserta didik. Kalau itu dianggap juga keliru, ya saya meminta maaf," tambahnya.

Di samping itu, Emil mengatakan, dirinya juga ingin meninjau lebih lanjut pola pelaksanan UN yang tidak dilakukan berbasis komputer di sekolah tersebut.

AYO BACA : Ridwan Kamil: Saya Titipkan Bambu Jadi Produk IKEA

Pasalnya, siswa SLB A yang merupakan disabilitas penyandang tunanetra melaksanakan ujian dengan soal braille.

"Kemarin itu karena ujiannya disebut pakai braille. Jadi, saya ingin melihat soal ujian braille seperti apa," jelasnya.

Dia juga mengaku keberadaannya di dalam kelas saat itu berada di bawah izin pengawas ujian. Meski demikian, Emil mengatakan hal tersebut tak akan dilakukan kembali.

"Saya sudah meminta izin. Penguasa di kelas itu kan pengawas, kalau pengawas bilang tidak memungkinkan saya juga tidak melakukan. Tapi, apapun itu kalau dianggap keliru saya mohon maaf, insyaallah tidak diulangi," pungkasnya.

AYO BACA : Ridwan Kamil Ajukan 7 Kawasan Ekonomi Khusus

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar