Yamaha NMax

UIN SGD Tidak Berikan Substansi Laporan Hasil Investigasi Dosen Cabul

  Kamis, 04 April 2019   Fathia Uqimul Haq
Komite Aksi Mahasiswa (KAM) UIN menuntut tim investigasi untuk memaparkan hasil laporan kasus dosen cabul. (Fathia Uqimul Haq/ayobandung.com)

CIBIRU, AYOBANDUNG.COM -- Ketua Tim Investigasi UIN Sunan Gunung Jati, Sarbini mengatakan substansi hasil pemeriksaan dan rekomendasi hanya boleh dilaporkan kepada Rektor dan Dirjen Kemenag RI.

AYO BACA : Komite Aksi Mahasiswa UIN SGD Tuntut Terlibat dalam Tim Investigasi Dosen Cabul

"Tim tidak diizinkan untuk menyampaikannya kepada yang lain," ujarnya, Kamis (4/4/2019). 

AYO BACA : Pemkot dan UIN Berkolaborasi Hadirkan Bandung Agamis

Sarbini mengatakan proses penyelesaian masalah dosen cabul telah tuntas. Laporan dan rekomendasinya telah difinalisasi minggu lalu. 

"Minggu kemarin laporan dan rekomendasinya sudah difinalisasi oleh tim pemeriksa dan sekarang prosesnya sedang  ditangani oleh Irjen," ujar Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi itu. 

Komite Aksi Mahasiswa (KAM) UIN menuntut tim investigasi untuk memaparkan hasil laporan. Mereka mendorong kampus membuat  lembaga permanen untuk menyelesaikan kasus kekerasan seksual yang  melibatkan unsur mahasiswa. 

Selain itu, KAM menuntut Tim Pemeriksaan Dugaan Pelanggaran Kode Etik Dosen UIN SGD Bandung supaya mendorong Rektor UIN SGD Bandung  menyetujui beberapa tuntutan dan memberikan SK. Serta Tim Pemeriksaan Dugaan Pelanggaran Kode Etik Dosen UIN SGD Bandung menyampaikan aspirasi mahasiswa dalam melindungi civitas akademika dari kekerasan seksual. 

AYO BACA : UIN Sunan Gunung Djati Pastikan Unggul dan Kompetitif

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar