Yamaha Lexi

Sarwono Kusumaatmadja: Mahasiswa Perlu Terlibat Merawat Keberagaman

  Kamis, 04 April 2019   Adi Ginanjar Maulana
Iwan Abdurrahman, Ade Indira Sugondo, Erna Witoelar, Tutun Suntana, Sarwono Kusumaatmadja (foto dok PMB)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Organisasi mahasiswa perlu mengembangkan semangat keberagaman demi Indonesia lebih baik. Dalam diskusi terbuka menyambut Golden Jubilee Perhimpunan Mahasiswa Bandung (PMB) Angkatan 1969, Rabu (3/4), usulan ini mencuat demi menjaga cita-cita kemerdekaan Indonesia.

Adalah Sarwono Kusumaatmadja yang mengingatkan hal itu. Mantan menteri yang juga anggota PMB Angkatan 1962 itu menyebut energi negatif banyak muncul akhir-akhir ini yang mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara. Maka, organisasi mahasiswa perlu mencari relevansi keberadaannya dengan dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.

Berorganisasi, kata Sarwono, berarti membangun jaringan kerja sama di antara orang-orang yang memiliki energi positif. Jaringan kerja sama itu bisa berguna sepanjang masa. "Saat ini Indonesia memerlukan energi positif dan mahasiswa bisa mengambil peran di sini," ujar Sarwono di hadapan sekitar 100 anggota PMB melalui keterangan resmi.

Sarwono seperti hendak menegaskan bahwa PMB memiliki karakter kolektif mengutamakan keberagaman. Keberagaman memang perlu dirawat karena Indonesia berawal dari keberagaman. Pancasila menjamin keberagaman. 

Hal yang diungkap Sarwono ini di tahun 1950-an sudah diangkat oleh PMB. Koran berbahasa Belanda //Preanger Bode// 1 November 1957 memuat hasil polling majalah //Idea// yang diterbitkan PMB. Dari 283 formulir pertanyaan yang disebar, ada 222 yang dikembalikan. Hanya satu responden yang tidak setuju Pancasila sebagai dasar negara. Sebanyak 196 responden setuju Pancasila sebagai dasar negara, tetapi ada 16 orang yang menyetujui Pancasila sebagai dasar negara dengan syarat dan sembilan responden abstain.

Iwan Abdurrahman, anggota PMB Angkatan 1965, mengingatkan pentingnya individu-individu memainkan perannya seperti yang telah digariskan oleh Sang Pencipta. Individu-individu dengan energi positif itu perlu bersatu dalam jaringan kerja sama. "Networking energi positif yang dibangun akan tetap berguna di masa datang," ujar pencipta lagu "Melati dari Jayagiri" itu.

Anggun Anggrekawati, ketua PMB 2018 menyatakan dalam setahun terakhir PMB telah mencoba terlibat dalam upaya merawat keberagaman di Bandung. "Di kampus-kampus saya lihat ada harapan agar PMB terlibat memberi warna merawat keberagaman di kampus-kampus," ujar Anggun.

Henny Butheim, aktivis pemberdayaan masyarakat yang juga anggota PMB Angjatan 1970 menunjukkan bahwa organisasi mahasiswa juga bisa terlibat dalam pemberdayaan masyarakat. Hal tang sama juga ditegaskan Erna Witoelar, mantan menteri yang anggota PMB Angkatan 1965. Untuk lingkup Bandung, mahasiswa bisa terlibat berbuat sesuatu yang bisa memperlihatkan karakter kota Bandung sebagai Kota Kembang. Seperti misalnya mendorong pemerintah kota membuat hutan kembang.

Di diskusi yang diadakan di Ruang Gibraltar Menara 165 Jakarta itu hadir pula sebagai pembicara: Bachtiar Aly, mantan dubes yang juga anggota PMB Angkatan 1969, Ade Indira Sugondo mantan anggot DPR yang juga anggota PMB Angkatan 1970, Tutun Suntana pengusaha restoran yang juga anggota PMB Angkatan 1964, Ahmad Bukhari Saleh aktivis 66 yang juga anggota PMB Angkatan 1964, dan Faris Maryanto ketua PMB 2019. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar