Yamaha

Bangun Ekonomi Umat, Pesantren di Jawa Barat Didorong Usaha Kopi

  Rabu, 03 April 2019   Fathia Uqimul Haq
Sejumlah masyarakat mengunjungi pasar kopi yang digelar Dinas Kehutanan Jabar di Gedung ex Matahari Jalan ABC, Rabu (3/4/2019). (Fathia Uqimul Haq/Ayobandung.com)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Pesantren-pesantren di Jawa Barat didorong oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk bersinergi dengan petani kopi dalam rangka pemberdayaan melalui usaha kopi.

Sesuai dengan visi dan misi Jawa Barat, pemerintah, budayawan, dan ulama berkolaborasi dengan Dinas Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memunculkan produk kopi santri.

"Selain memperingati isra mi'raj kita juga dikolaborasikan dengan peresmian pasar petani kopi dan hasil hutan Jawa Barat," kata Kepala Dinas Kehutanan Epi Kustiawan, Rabu (3/4/2019).

AYO BACA : Isra Miraj, Masyarakat Hingga Pejabat Ramaikan Masjid Raya Bandung

Dinas Kehutanan berkolaborasi antara pesantren dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) supaya saling menguntungkan ekonomi umat. Sehingga tidak hanya jual beli, namun ada usaha bersama antara petani dengan pesantren.

Kegiatan ini pun semarak disosialisasikan melalui pasar kopi yang digelar di Jalan ABC, Banceuy. Berbagai petani menyuguhkan hasil tani kopinya di pameran untuk diperkenalkan kepada masyarakat sekaligus memperingati Isra Miraj.

Epi mengatakan kopi-kopi di Jawa Barat dibudidayanya itu di ketinggian seperti di gunung sehingga pembeli cenderung sulit untuk mencapai ke sana.

AYO BACA : Coffeelensebrew, Sarang Edukasi Pembelajar Kopi

"Kemudian sekarang sudah mulai menjual dengan online. Nah, di desa-desa itu sinyal masih kurang," ujarnya.

Selain itu, Pemprov juga memberikan kesempatan kepada petani kopi untuk bekerjasama dengan pesantren. Salah satu pesantren bernama Al-Hidiriah sudah memesan kopi Palasari untuk usaha di tempatnya.

"Dan satu hari dibutuhkan satu kilogram Green Bean, satu bulan berarti satu ton setengah dan itu jadi pemasaran yang cukup baik untuk pengelola kopi," jelasnya.

Sampai saat ini baru Pesantren Al-Hidiriah yang telah sepakat untuk bersinergi membangun ekonomi keumatan melalui kopi.

"Nanti ke depan pesantren yang memang lokasinya sekitar hutan akan dikolaborasikan untuk pengembangan ekonomi umat," ujarnya.

AYO BACA : Jabar Genjot Produksi Kopi

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar