Yamaha NMax

Menguak Kekeliruan dalam Tradisi Potong Tumpeng

  Rabu, 03 April 2019   Fira Nursyabani
Tumpeng. (ANTARANEWS/Indriani)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Presiden Indonesia Gastronomy Association (IGA) Ria Musiawan mengatakan saat ini masih terjadi salah kaprah mengenai tumpeng, terutama tradisipemotongan puncak tumpeng.

"Kebiasaan memotong tumpeng harus diperbaiki, karena berpotensi merusak nilai filosofis dalam tradisi tumpengan," ujar Ria, Selasa (2/4/2019).

Tumpeng, kata dia, merupakan simbol atau lambang permohonan makhluk hidup kepada Tuhan Yang Maha Esa dan dapat juga diartikan dengan simbol hubungan antara pemimpin dengan rakyatnya.

AYO BACA : Mengenal Tari Khas Kota Tegal, Retno Tanjung dan Mina Lodra

Memotong puncak tumpeng dapat diartikan memotong hubungan tersebut. Jadi, menurutnya, tumpeng tersebut seharusnya tidak dipotong, melainkan dikeruk.

"Filosofi dan falsafah tumpeng adalah lambang gunungan yang bersifat awal dan akhir. Tumpeng juga mencerminkan manifestasi simbol sifat alam dan manusia yang berawal dari Tuhan dan kembali kepada Tuhan," katanya.

Dia juga menjelaskan bahwa tumpeng yang menjulang ke atas itu menggambarkan tangan manusia merapat dan menyatu menyembah Tuhan. Tumpeng juga menyimpan harapan agar kesejahteraan maupun kesuksesan semakin meningkat.

AYO BACA : Tradisi Kawin Cai sa-Nusantara, Simbol Semangat Persatuan NKRI

"Jadi kalau dipotong, maka seolah-olah itu memotong hubungan kita dengan Tuhan, karena puncak tumpeng itu melambangkan tempat bersemayam Sang Pencipta," jelas Ria.

Pengerukan tumpeng, urainya, hanya boleh dilakukan di sisi samping dari bawah. Kemudian orang yang mengeruk tersebut mengucapkan doa dalam hati.

"Pada zaman dahulu, para tokoh yang memimpin doa akan menjelaskan dulu makna tumpeng sebelum disantap," ujarnya.

Bagi para gastronom, makanan yang disajikan merupakan hasil dari adaptasi manusia terhadap lingkungan, agama, adat, kebiasaan, dan tingkat pendidikan. 

AYO BACA : Balo-balo, Kesenian Tradisional untuk Kelabui Penjajah dan Sebarkan Agama

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar