Yamaha Aerox

Batu Payung Lombok Roboh, Ini Penyebabnya

  Rabu, 03 April 2019   M. Naufal Hafizh
Batu Payung. (Trivindo)

MATARAM, AYOBANDUNG.COM—Batu payung yang menjadi ikon objek wisata di Pantai Tanjung Aan, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, roboh karena faktor alam. Hal ini karena objek tersebut sering dihajar gelombang dari Samudra Hindia.

"Tidak ada yang tersisa, kejadiannya pada  31 Maret 2019 sekitar pukul 21.00 WITA," kata tokoh pemuda di kawasan objek wisata Pantai Tanjung Aan, Wawan, seperti dilaporkan Antara, Rabu (3/4/2019).

AYO BACA : Yuk, Wisata ke Hutan Mangrove

Ia mengungkapkan saat peristiwa itu terjadi, dirinya tengah berada di pantai Tanjung Aan yang berjarak sekitar 10 menit jika menggunakan perahu ke Batu Payung.

"Suaranya terdengar keras saat batu payung itu roboh," katanya.

AYO BACA : Kampung Naga Kian Digilai Wisatawan Mancanegara

Kendati demikian, dalam kejadian itu tidak sampai menimbulkan korban karena kejadiannya saat malam.

Padahal biasanya saat pagi sampai sore, kawasan Pantai Batu Payung banyak dikunjungi wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri untuk menikmati keindahan pantainya.

Banyak wisatawan yang berswafoto di bawah batu payung yang merupakan batuan cadas yang terbentuk oleh alam dengan ukuran tinggi sekitar 15 meter menjulang dan di atasnya seperti payung.

"Sebenarnya sejak 2 minggu lalu, sudah banyak yang memberitahukan adanya retakan itu. Retakannya semakin besar dibandingkan sebelumnya. Akhirnya roboh itu batu payung," katanya.

Kawasan wisata bahari di Tanjung Aan ini memiliki daya magnet tersendiri. Hal ini karena pantai menyerupai merica dan melengkung seperti tapal kuda. Airnya pun jernih hingga layak untuk dijadikan tempat berlibur akhir pekan bersama keluarga.

AYO BACA : Kesejukan Alam Taraju Pikat Para Wisatawan

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar