Yamaha Aerox

Pekerja PT SKB Ditinggal Kabur Bos ke Korea, Serikat Pekerja Lakukan Petisi

  Senin, 01 April 2019   Ananda Muhammad Firdaus
Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Bekasi mengutuk pengusaha PT. Selaras Kausa Busana yang meninggalkan 4.000 pekerjanya tanpa dibayar. (Ananda M. Firdaus/Ayobandung.com)

BEKASI SELATAN, AYOBANDUNG.COM—Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPKEP-SPSI) Bekasi Raya melakukan aksi solidaritas untuk para pekerja PT Selaras Kausa Busana (PT SKB) yang ditinggal kabur bosnya ke kampung halamannya di Korea Selatan. 

Aksi solidaritas dilakukan sejak Minggu (31/3/2019) dengan memanfaatkan momentum Car Free Day Bekasi untuk mengumpulkan tanda tangan petisi dari masyarakat guna mendukung para pekerja secara umum yang ditinggal pengusaha tanpa ditunaikan hak-haknya. 

AYO BACA : Pekerja Migran Korsel Target Bawa Pulang Tabungan Rp1 Miliar

Dilema itu tercemin pada 4.000 pekerja PT SKB di Bojong Menteng, Rawalumbu, Kota Bekasi. Mereka ditinggal kabur pengusahanya yang diduga membawa lari Rp95 miliar dan uang BPJS Rp7 miliar sebelum hak-hak pekerja dibayar. 

"Atas tindakannya ini, nasib 4.000 orang beserta dengan keluarganya sangat menderita. Mereka kehilangan pendapatan, kesulitan bayar kebutuhan sehari-hari. Padahal mungkin para pekerja sekalipun bermimpi, mereka kerja untuk bisa bertahan hidup, tapi pupus kekubur," ujar Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Pendidikan FSP KEP SPSI Bekasi Hermansyah di sekretariat SPSI Bekasi, Jalan Rawa Tembaga, Bekasi Selatan, Senin (1/4/2019).

AYO BACA : Menkominfo: Pekerja Media Harus Lawan Hoaks

Dia mengatakan, pihaknya mengecam keras dan tidak memberikan sedikit pun toleransi terhadap tindakan pengusaha PT SKB, maupun para pengusaha lainnya jika bertindak kriminal dengan perbuatan serupa. 

Dia mengungkapkan, masalah ini sudah menjadi perhatian Pemerintah Korea Selatan melalui Wakil Juru Presiden Ko Min-Jung yang meminta penyelidikan khusus terhadap pengusaha asal Korea Selatan di Indonesia yang kabur hingga media setempat memberitakan lebih dari 100 artikel berkenaan masalah ini. 

Ironisnya, lanjut Hermansyah, perhatian pemerintah Indonesia, para aktivis serikat buruh, maupun media-media Indonesia sangat jarang membahas isu ini. Ia menegaskan, pemerintah harus tegas menindak pengusaha itu, agar masalah hubungan industrial semacam ini ke depan tidak berlarut-larut penyelesaiannya. 

"Kami menuntut agar pemerintah mengambil langkah tegas untuk menyeret pengusaha tersebut ke jalur hukum untuk mendapatkan hukuman yang adil karena telah menelantarkan hidup pekerja dan keluarganya," tegasnya. 

Dia menambahkan, hal semacam ini seyogyanya menjadi semangat bagi para aktivis serikat pekerja untuk mengonsolidasi diri, mengambil posisi dan mengadvokasi kebijakan ketenagakerjaan di berbagai level, baik tingkat lokal, regional maupun nasional.

AYO BACA : Serikat Pekerja Ingin Bantu Tingkatkan Keterampilan Angkatan Kerja

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar