Yamaha Lexi

Disinggung Keterlibatan Kasus Pengaturan Skor, Ini Jawaban Menggantung Manajemen Persib

  Minggu, 31 Maret 2019   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Komisaris Persib Bandung, Kuswara S. Taryono. (Eneng Reni/ayobandung)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM --beberapa waktu lalu, Wakil Ketua Satgas Antimafia Bola, Krishna Murti sempat mengungkapkan ada tiga klub yang bersih dari kegiatan pengaturan skor di musim Liga 2018. Tiga klub tersebut yakni PSM Makassar, Persipura Jayapura, dan Persib Bandung.

Temuan ini didapatnya Satgas Antimafia Bola usai memeriksa sejumlah wasit yang bertugas mengawal kompetisi sepak bola Indonesia. Namun, menariknya, dalam unggahannya, Khrisna tak menjamin Persib Bandung bermain bersih di musim-musim sebelumnya.

"Persib.. Menurut salah satu wasit yang diperiksa: “UNTUK KHUSUS TAHUN 2018 Kemarin, KLUB INI TERMASUK SALAH SATU YANG SAMA SEKALI TIDAK MAU KASIH APAPUN KE WASIT”. Wasit ditanya kenapa cuma sebut tahun 2018..?? Dia bingung jawabnya. Setidaknya, klub ini mau berubah," tulis Krishna di akun instagram pribadinya, @krishnamurti_bd91.

Menanggapi rasa penasaran publik, manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) melalui Komisaris Persib Bandung, Kuswara S. Taryono akhirnya angkat bicara. 

Kendati itu pun, Kuswara hanya menjawab secara normatif dan cukup menggantung saat disinggung apakah klub kecintaan warga Jawa Barat itu melakukan pratik kotor sepak bola pada musim-musim kompetisi sebelum 2018. Kuswara hanya mengungkapkan, Persib Bandung hanya ingin menjadi salah satu tim yang berada terus di jalur dan koridor yang benar. 

"Persib sendiri termasuk yang bisa dikatakan kita ingin di jalur koridor yang benar. Intinya bahwa Persib yang termasuk agar semua berjalan seperti ketentuan," ungkap Kuswara.

Upaya agar berjalan di koridor benar itu, kata Kuswara diwujudkan dalam klausul tegas di perjanjian kontrak. Persib Bandung kata Kuswara, dengan tegas bakal memberikan ancaman berupa sanksi berat dalam kontrak kepada pelatih hingga pemain yang berani terlibat dalam pengaturan skor. 

"Salah satu contoh di kontrak pemain ada klausul, pemain, pelatih dan asisten tidak melakukan hal-hal yang sifatnya melanggar, ada sanksinya. Intinya yang paling penting kita ingin semua sesuai berjalan dengan prosedur hukum," lanjutnya.

Kerugian Persib Musim Lalu
Sementara itu dengan sejumlah catatan minor nonteknis di musim lalu, Kuswara mengaku di musim 2018, Persib Bandung banyak dirugikan selama kompetisi. Apalagi hal itu terjadi usai Persib dan bobotoh diberikan sanksi berat di paruh musim lalu. Meski demikian Kuswara berharap, di musim 2019, Liga Indonesia bisa jauh lebih baik dibandingkan musim-musim sebelumnya.

"Karena terus terang Persib juga banyak dirugikan selama kompetisi-kompetisi yang sudah berjalan. Tapi kita fokus kedepan, kita berharap liga Indonesia ini betul-betul jauh lebih bagus dari semua sudut," katanya.

Pasalnya, Kuswara mengaku tahu betul di musim lalu skuat Muang Bandung harus 'berdarah-darah' didera sanksi berat dari Komdis PSSI. Kondisi itu terjadi usai peristiwa kelabu yang mengakibatkan salah satu suporter rival meninggal dunia lantaran dianiaya oknum bobotoh.

"Saya menyaksikan sendiri betapa repotnya pertandingan di luar kandang, rugi waktu, rugi biaya, rugi fisik, otomatis rugi semua. Apalagi faktor kemarin berdampak rugi karena Persib dalam masa-masa dan posisi on fire. Tapi Ahamdulillah terakhir dibatalkan, jadi normal lagi main seperti biasa. Memang seharusnya (penarikan sanksi) lebih awal taapi kan proses sudah terjadi. Diharapkan kedepan gak terjadi, karena merugikan," ujarnya.
 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar