Yamaha

Lagu Anak Perlu Mengandung Nilai Pendidikan Karakter

  Sabtu, 30 Maret 2019   Nur Khansa Ranawati
Siswa SD-SMA menari dan menyanyikan lagu anak-anak ciptaan Ubun Kubarsah dalam acara pencanangan lomba lagu anak berbahasa daerah 'Kawih Asuh Barudak' di halaman depan Gedung Sate, Sabtu (30/3/2019). (ayobandung.com/Nur Khansa)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Budayawan Sunda dan pencipta lagu anak-anak berbahasa daerah, Ubun Kubarsah mengatakan bahwa saat ini Indonesia tengah kekurangan pencipta lagu anak. Selepas era Saridjah Niung atau Ibu Sud dan Sandiah atau Ibu Kasur, Ubun menilai belum ada lagi lagu anak-anak yang memiliki nilai pendidikan karakter di dalamnya.
\n
\nHal tersebut disampaikan Ubun selepas menghadiri pencanangan lomba lagu anak berbahasa daerah 'Kawih Asuh Barudak' di halaman depan Gedung Sate, Sabtu (30/3/2019). Acara itu turut dimeriahkan oleh pertunjukan nyanyi dan tari ratusan anak sekolah dari tingkat SD hingga SMA, yang memeragakan lagu-lagu ciptaan Ubun.
\n
\nIndonesia kekurangan lagu anak2 setelah era Bu Kasur dan Ibu Sur. Menurut saya lagu anak-anak harus menjadi priorotas dan harus mengandung nilai pendidikan karakter bangsa, jelasnya.
\n
\nDia juga menilai, lagu anak-anak berbahasa daerah sangat penting untuk dilestarikan. Pasalnya, hal tersebut dinilai dapat mempererat persatuan bangsa di level regional, yang nantinya akan 'menular' ke level nasional.
\n
\nPersatuan tidak hanya diciptakan di tingkat nasional, tapi harus dimulai dari tingkat daerah. Tadi disebutkan dalam salah satu komposisi lagu, judulnya 'Jabar Ngahiji, Siliwangikeun'. Pesannya adalah mengusung persatuan di level provinsi, baru nanti di tingkat nasional, jelasnya.
\n
\nMeski demikian, Ubun mengatakan, tak sembarang lagu anak berbahasa daerah memiliki sifat merekatkan persatuan bangsa. Ada nilai-nilai tertentu yang perlu disematkan ke dalamnya.
\n
\nLagu anak harus menarik, ada ritme-nya, dan tahu karakter anaknya. Jadi berbeda dengan lagu-lagu Sunda jaman dulu. Sekarang pencipta lagu anak-anak harus menyesuaikan lagu dengan tingkatan pendidikan anaknya, ungkap Ubun.
\n
\nDia mengatakan, nilai-niai karakter pendidikan anak yang dapat dimasukkan ke dalam lagu anak salah satunya adalah sebagaimana yang tercatat dalam 18 poin  Nilai dalam Pendidikan Karakter versi Kementrian Pendidikan Nasional.
\n
\nKe-18 nilai tersebut mencakup Religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, memiliki rasa ingin tahu, memiliki semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggungjawab.
\n
\nJadi pentingnya lagu anak-anak berkarakter itu harus merujuk pada 18 kriteria karakter pendidikan nasional. Saya juga berharapa lagu Sunda dapat menjadi sumbangsih pada kebudayaan nasional, pungkasnya.
\n
\nUbun saat ini telah berhasil menyabet penghargaan nasional Anugrah Komponis Indonesia 2018 dari Peeprustakaan Nasional Indonesia sebagai Komponis Pelestari Musik Tradisi Sunda.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar