Yamaha Lexi

Jabar Bakal Olah Limbah Plastik Jadi Solar

  Jumat, 29 Maret 2019   Nur Khansa Ranawati
Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menjalin kerja sama dengan perusahaan asal Inggris yang bergerak dalam bidang energi terbarukan, Plastic Enegery, untuk membantu mengurangi jumlah sampah plastik di Jabar. Kerja sama ini akan mengubah sampah domestik plastik menjadi bahan bakar diesel atau solar. (Nur Khansa/Ayobandung.com)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM—Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menjalin kerja sama dengan perusahaan asal Inggris yang bergerak dalam bidang energi terbarukan, Plastic Enegery, untuk membantu mengurangi jumlah sampah plastik di Jabar. Kerja sama ini akan mengubah sampah domestik plastik menjadi bahan bakar diesel atau solar.

Kerja sama yang disepakati pada Kamis (28/3/2019) di Gedung Pakuan tersebut merupakan kerja sama pertama yang dilangsungkan dengan negara di Asia. Nantinya, teknologi pengolah limbah plastik tersebut akan diterapkan di lima kota besar di Jabar.

"Di Spanyol sudah ada dua, sudah jalan dari 2015. Di Asia belum ada. Kita masuk ke Jabar karena Pak Ridwan sudah komitmen untuk mengurangi plastik, ini supaya bisa jadi contoh untuk daerah lain di Indonesia," jelas representatif Plastic Energy di Indonesia Kirk Evans saat ditemui seusai penandatanganan kesepakatan.

AYO BACA : Bazar Sampah Cinambo: Botol Plastik Jadi Minyak Goreng

Kirk mengatakan, jenis sampah yang dapat dikonversi menjadi solar tersebut tidak harus sampah plastik kualitas tinggi seperti botol kemasan air mineral. Sampah domestik plastik lainnya juga dapat dimanfaatkan.

"Untuk proses ini kita enggak perlu pakai high value plastic seperti botol. Sampah sisa bungkus mi instan atau bungkus makanan lainnya itu yang kita ambil untuk diolah jadi diesel," jelasnya.

Adapun nilai konversi yang didapat adalah per satu kilo plastik bisa diubah menjadi 0,8 liter solar. Lahan yang diperlukan untuk membangun satu kawasan pengolahan sampah plastik ini berkisar antara 1-2 hektare.

AYO BACA : Dalam Sehari, Sukabumi 'Produksi' 250 Ton Sampah Plastik

"Pengoperasiannya menggunakan listrik sebesar 1.5 megawatt," tambah Kirk.

Kota Bandung dan Kota Bogor akan menjadi dua kota prioritas di Jabar yang akan diujicobakan teknologi pengolah sampah plastik ini. Setelahnya, Kota Bekasi, Kota Cirebon, dan Kota Depok akan menjadi target proyek selanjutnya.

Saat ini, proyek masih memerlukan studi awal atau visibility study yang akan berlangsung sejak akhir 2019 hingga pertengahan 2020. Plastic Energy memberikan dana hibah senilai total 200 juta USD atau setara Rp2,8 triliun untuk menjalankan proyek ini di lima kota.

"Inilah contoh fokus pada green development dengan mengurangi sampai plastik. Dari sisi bisnisnya (kerja sama ini) menunjukan Jabar di mata dunia sebagai provinsi pro-bisnis untuk melahirkan mutual benefit terhadap lingkungan dan ekonomi," ungkap Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

AYO BACA : Kurangi Sampah Plastik, Pemprov Jabar Dapat Hibah Rp2,8 Triliun dari Plastic Energy

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar