Yamaha

Menaker: Kartu Pra Kerja Jaminan Tepat Sesuai Kebutuhan Masyarakat

  Kamis, 28 Maret 2019   Ananda Muhammad Firdaus
Menteri Ketenagakerjaan dan Transmigras Hanif Dakhiri. (Ananda M. Firdaus/Ayobandung.com)

BEKASI SELATAN, AYOBANDUNG.COM—Menteri Ketenagakerjaan dan Transmigras Hanif Dakhiri menyebut Kartu Pra Kerja yang dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo sudah tepat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pencari kerja. 

Dia mengatakan, melihat permasalahan yang ada saat ini tentang ketimpangan pasar kerja dengan dunia usaha, Kartu Pra Kerja bisa menjembataninya. 

AYO BACA : Dibuka, Lowongan Kerja jadi Algojo

"Problem utama kita ini bukan di lapangan kerja tapi di ketimpangan skill, jadi ketika Pak Jokowi melontarkan mengenai Kartu Pra Kerja itu nyambung dengan masalahnya, karena masalah dasarnya itu pada skill," ujar Hanif di Bekasi, Rabu (27/3/2019).

Seperti yang dimaksudkan oleh Jokowi, Kartu Pra Kerja bertujuan mengatasi masalah pengangguran para lulusan SMA atau sederajatnya. Mereka akan dibubuhi keahlian dengan difasilitasi kartu sehingga dapat mengakses pendidikan pelatihan di luar lembaga formal. 

AYO BACA : Kartu Pra Kerja Jokowi Disebut Jadi Solusi Jangka Panjang

"Lewat Kartu Pra Kerja ini kan nantinya masyarakat akan diberikan akses yang lebih baik untuk mendapatkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi. Dan itu yang akan membantu mereka ke pasar kerja untuk memulai wirausaha dan lain-lain," ujar Hanif.

Lanjut hanif, Kartu Pra Kerja sendiri merupakan kelanjutan dari program-program yang pihaknya gulirkan seperti pendidikan vokasi dan pemberian kompetensi melalui balai-balai latihan kerja atau BLK. 

Menurutnya, kendati target lapangan kerja selama periode kepemimpinan Jokowi berakhir yakni melebihi 10 juta lapangan kerja, kartu ini untuk memastikan lapangan kerja dikemudian hari lebih mudah terserap melalui keahlian para lulusan. 

"Lapangan kerja kan sudah melampui target 10 juta lapangan kerja selama 5 tahun yang dijanjikan Pak Jokowi, dimana janjinya 10 juta tapi selama 5 tahun sudah sekitar 10.450.000 dan itu mayoritas di sektor formal," tandasnya.

AYO BACA : Hati-hati, Mendengarkan Musik Sambil Kerja Bisa Turunkan Kreativitas

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar