Yamaha

Jabar Jadi Proyek Percontohan Kurikulum Kebencanaan

  Kamis, 28 Maret 2019   Fira Nursyabani
Kepala BNPB Letjen TNI Doni Munardo dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam Rapat Kerja Gubernur, Rabu (27/3/2019). (dok Humas Pemprov Jabar)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi proyek percontohan kurikulum kebencanaan nasional. HalĀ ini telah disepakati oleh 10 gubernur anggota Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD-MPU).

Selama dua hari terakhir, FKD MPU menggelar Rapat Kerja Gubernur di Bandung, dan ditutup pada Rabu. Kesepuluh gubernur yakni Gubernur Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), semua setuju untuk sama-sama menguatkan budaya masyarakat tangguh bencana.

Salah satunya melalui kurikulum kebencanaan dengan target mengurangi kerentanan di tingkat masyarakat dan wilayah rawan bencana, serta meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana yang antisipatif, responsif, dan mampu pulih kembali.

AYO BACA : Antisipasi Bencana di Jabar, Basarnas Gelar Pelatihan Water Rescue

"Semua sepakat Jabar akan menjadi percontohan pelaksanaan kurikulum kebencanaan, kontennya sedang kita bahas salah satunya adalah masukan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)," kata Gubernur Jabar Ridwan Kamil usai acara penutupan Rapat Kerja Gubernur.

Menurutnya, Pemprov Jabar saat ini sedang membahas konten kurikulum kebencanaan yang diasistensi BNPB. Sementara itu, Pemprov Jabar juga sudah menggelar focus group discussioan (FGD) terkait kurikulum kebencanaan.

"Per hari ini pun sedang diadakan FGD terkait kurikulum itu nanti hasilnya diserahkan ke saya," ujar gubernur yang akrab disapa Emil.

AYO BACA : Kepala BNPB Sebut Jawa Barat Jadi Supermarket Bencana

Kepala BNPB Letjen TNI Doni Munardo mengungkapkan, setelah Rapat Kerja Gubernur ini, BNPB segera berkoordinasi dengan Kemendikbud dan para pakar guna merumuskan kurikulum kebencanaan dengan Jabar sebagai pilot project.

"Jadi hari ini BNPB dan 10 gubernur anggota FKD-MPU menyusun sebuah cetak biru tentang edukasi kebencanaan. Kami juga akan mencoba merumuskannya dengan Kemendikbud dan beberapa pakar," jelasnya.

Menurut Doni, kurikulum kebencanaan di setiap level pendidikan akan berbeda metode dan konten edukasinya. Tetapi porsinya semua sama yakni kurikulum menitikberatkan pada praktik.

"Jadi kira-kira 30 persen teori, sisanya 70 persen praktik. Pola pendidikan dan pelatihannya dibuat sedemikian rupa supaya masyarakat dan anak-anak kita tidak terbebani," ujarnya.

Selain Jabar sebagai pilot project kurikulum kebencanaan nasional, Rakergub FKD-MPU ke-19 juga membahas organisasi dan tata kerja serta sekretariat bersama FKD-MPU yang merupakan tindak lanjut dari terbit Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2018 tentang Kerjasama Daerah.

AYO BACA : Teknologi Kebencanaan Perkuat Daya Saing Pariwisata Indonesia

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar