Yamaha Aerox

NU Bogor Desak Pemberantasan Rentenir

  Rabu, 27 Maret 2019   Rizma Riyandi
Nahdlatul Ulama Bogor

BOGOR, AYOBANDUNG.COM--Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Bojong, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mendesak pemberantasan rentenir. Salah satunya dengan terus memperkuat konsolidasi organisasi dalam memberdayaan umat.
\n
\nNU mendesak pemberantasan renternir di Desa Bojong karena sudah sangat meresahkan masyarakat, Kata Ketua Tanfiziah Pengurus Ranting NU Desa Bojong Darmawan setelah Pengukuhan Pengurus NU Ranting Desa Bojong di Kemang, Bogor, Selasa (26/3/2019).
\n
\nDarmawan menjelaskan bahwa nahdiyin setempat memerlukan banyak sentuhan dan pendampingan dalam banyak aspek. Apalagi, kini banyak anggota masyarakat terlibat utang kepada rentenir.
\n
\nNU Ranting Desa Bojong hadir untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat, baik pada bidang keagamaan maupun bidang sosial ekonomi, kata Darmawan setelah melaksanakan istigasah peringatan Harlah Ke-96 NU.
\n
\nPengurus Ranting NU Desa Bojong dilantik secara serentak dengan delapan ranting desa/kelurahan se-Kecamatan Kemang, Sabtu (9/3) di Balai Desa Tegal. Pelantikan dirangkai dengan peringatan Harlah NU.
\n
\nKendati baru 2 pekan dilantik, NU Ranting Desa Bojong sudah menggeliat dan mulai menggagas sejumlah langkah dalam memberdayakan masyarakat.
\n
\nPengukuhan NU Ranting Desa Bojong juga dihadiri oleh Kapolsek Kemang Kompol Ade Yusuf Hidayat, Ketua Tanfiziah MWC NU Kemang Farid, puluhan kiai, muallim, dan tokoh masyarakat hadir.
\n
\nSejumlah tokoh yang hadir, yakni ulama Desa Bojong Kiai Mad Rofi, Ketua MUI Desa Bojong Kiai Yeyep Abu Bakar, aktivis muda NU Kabupaten Bogor Ahmad Fahir, Ketua DKM Baiturrohmah, dan puluhan tokoh lainnya.
\n
\nAlhamdulillah, animo ulama, tokoh masyarakat, dan aktivis muda Desa Bojong untuk memperkuat NU sangat tinggi. Ini sebagai modal besar untuk memberdayakan jamaah dan jamiah, tegas Darmawan.
\n
\nSementara itu, Rais Syuriah PRNU Desa Bojong Kiai Yeyep Abu Bakar mengemukakan bahwa secara kultural pada umumnya warga Bojong berpaham ahlussunnah waljamaah ala NU.
\n
\nHanya saja secara jamiah NU perlu memperkuat eksistensi dan peran agar masyarakat setempat merasakan manfaat kehadiran NU.
\n
\nKehadiran NU sangat diterima warga Desa Bojong karena faktor paham ahlussunnah waljamaah, terang Yeyep.
\n
\nGuna memperkukuh peran NU Ranting Desa Bojong dalam memberdayakan umat, kata Yeyep, pihaknya akan menggelar lailatul ijtma alias pertemuan secara rutin setiap pekan.
\n
\nSecara bertahap kami akan menyentuh bidang keagamaan, pendidikan, ekonomi, pertanian, hingga milenial, katanya. (ANT-BPJ). 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar