Yamaha Lexi

Kurang dari Sebulan, Insiden Kembali Menimpa Boeing 737 Max

  Rabu, 27 Maret 2019   Fira Nursyabani
Pasca larangan terbang pesawat Boeing 737 Max 8 di sejumlah negara akibat dua kecelakaan pesawat tersebut dalam lima bulan terakhir ini saham Boeing di Bursa Saham New York tercatat turun lebih dari 10 persen atau kehilangan kapitalisasi hingga US$ 25 miliar atau setara dengan Rp357 triliun. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

WASHINGTON, AYOBANDUNG.COM -- Pesawat Boeing 737 Max milik maskapai penerbangan Southwest Airlines dilaporkan telah melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Orlando (OIA), Amerika Serikat (AS), pada Selasa (26/3/2019) sore. Menurut juru bicara OIA Carolyn Fennel, pesawat lepas landas dari bandara itu pukul 15.00 waktu setempat.

AYO BACA : Dekati Maskapai, Boeing Berjuang Operasikan Kembali 737 Max

Namun kemudian petugas bandara mengatakan pesawat yang dibawa oleh seorang pilot dan co-pilot itu mengalami kegagalan fungsi dan harus kembali ke OIA untuk pendaratan darurat. Pesawat berhasil mendarat dengan aman.

AYO BACA : Garuda Indonesia Batalkan Pemesanan Boeing 737 Max 8

Badan Penerbangan Federal (FAA) AS mengatakan pesawat yang akan dibawa ke Negara Bagian Kalifornia barat untuk di-grounded (dikandangkan) itu, mengalami masalah mesin dan sedang diselidiki.

Insiden ini terjadi setelah armada global Boeing 737 Max dilarang terbang tanpa batas bulan ini di AS, menyusul dua kecelakaan fatal yang melibatkan jenis pesawat tersebut.

Kurang dari satu bulan yang lalu, sebuah pesawat Boeing 737 Max 8 yang dioperasikan oleh Ethiopian Airlines jatuh tak lama setelah lepas landas dari Addis Ababa, ibu kota Ethiopia, yang menewaskan 157 penumpang di dalamnya. Beberapa bulan sebelumnya sebuah pesawat dengan jenis yang sama juga jatuh di perairan Karawang, yang menewaskan 189 orang penumpang.

AYO BACA : Hadapi Krisis Terdahsyat dalam Sejarah, Bos Boeing Tulis Surat

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar