Yamaha

Makanan Pedas Bisa Atasi Gerah, Kok Bisa? Ini Kata Peneliti

  Selasa, 26 Maret 2019   M. Naufal Hafizh
Ilustrasi. (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM—Matahari membuatmu  gerah? Coba deh pesan makanan pedas seperti ayam penyet, mie ayam sambal ekstra, atau bakso dengan pedas ekstra. Meski terdengar kurang bisa dipercaya, menyantap makanan pedas sebenarnya salah satu cara untuk membuat badan terasa lebih adem.

Mungkin Anda lebih memilih mencari es krim atau menenggak teh dingin, tapi efek adem dari situ takkan bertahan lama.

Dikutip dari CNA, Rabu (27/3/2019), hipotalamus di otak membuat tubuh selalu menjaga agar temperatur tetap pada 36,5 derajat Celsius. Associate Professor Nigel Taylor dari Departemen Fisiologi Termologi University of Wollongong mengatakan, meski Anda berada di gurun Sahara atau Antartika, suhu dalam tubuh hanya naik atau turun dua hingga tiga derajat, kata.

Ketika Anda makan es krim atau minuman dingin, hipotalamus tahu ada penurunan suhu internal. Karena hipotalamus berfungsi menjaga tubuh tetap dalam suhu 36,5 derajat Celsius, temperatur tubuh akan naik, membuat Anda merasa lebih hangat.

Hal yang sebaliknya terjadi ketika Anda menyantap makanan pedas. Reseptor di mulut mengartikan komponen kapsaicin dalam cabai sebagai aksi kimia yang menciptakan sensasi panas membara, kata Dr Reuben Wong, gastroentrologis dari RS Gleneagles.

Sensasi ini membuat hipotalamus menghadapi kenaikan suhu dengan meningkatkan sirkulasi darah dan membuat tubuh berkeringat.

Biasanya butir-butir keringat muncul di kening, wajah, kepala dan leher setelah Anda menyantap makanan pedas.

Berdasarkan studi, kapsaicin dalam cabai bisa melindungi tubuh dari strok dan akumulasi kolesterol yang berujung pada penyakit kardiovaskular.

Tidak terbiasa menyantap makanan pedas? Anda bisa meningkatkan toleransi terhadap pedasnya kapsaicin.

Menurut pakar, semakin sering memakan hidangan pedas, lidah juga akan semakin terbiasa.

Namun, bila pedasnya kapsaicin benar-benar membuat Anda tak kuat, coba kurangi dengan susu atau yoghurt, kata Dr Wong.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar