Yamaha Mio S

Berita Pilihan: Solusi Pemulihan Citarum dari LIPI Hingga Kemenhub Umumkan Tarif Ojek Online

  Selasa, 26 Maret 2019   Fira Nursyabani
Ilustrasi berita pilihan.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Redaksi ayobandung.com telah merangkum berita-berita pilihan yang terbit pada Senin (25/3/2019). Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyampaikan 3 solusi untuk membantu pemulihan Sungai Citarum.

Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengumumkan besaran tarif ojek online (ojol) yang akan mulai berlaku mulai 1 Mei mendatang.

 

Berikut berita selengkapnya:

3 Solusi LIPI Pulihkan Sungai Citarum

Loka penelitian teknologi bersih Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memiliki solusi untuk membantu pemulihan Citarum. Pasalnya, Sungai Citarum yang mencapai 297 Kilometer yang melintasi 12 kabupaten kota adalah sumber kehidupan warga Jawa Barat.

Namun pencemaran Sungai Citarum sudah menjadi permasalahan akut di wilayah Jawa Barat. Oleh karena itu Lipi memiliki tiga solusi yang bisa diimplementasikan untuk keberlangsungan Sungai Citarum yang lebih baik.

1. Toilet Pengompos

Solusi pertama adalah toilet pengompos untuk mengolah limbah dari WC yang bisa menjadi pupuk kompos. Karena kebanyakan masyarakat membuang kotoran buang air Besar atau tinja di pinggir sungai. Jenis limbah ini merupakan limbah yang tidak diolah dan bisa merusak Sungai Citarum, sehingga toilet pengompos bisa menggantikan keberadaan WC umum sepanjang aliran anak sungai Citarum. Polusi kotoran manusia bisa dikurangi, kualitas sanitasi masyarakat bisa meningkat, dan kompos bisa dipergunakan untuk tanaman.

2. Teknologi pengolahan limbah kotoran ternak dan pangan

Limbah kotoran ternak serta industri pangan seperti tahu dan tempe berhasil diterapkan oleh teknologi pengolahan limbah cair tahu secara anaerobik dengan teknik multi-tahap di sentra industri tahu di Giriharja, Sumedang. Limbah yang dihasilkan menjadi layak buang ke sungai dan biogas yang dihasilkan telah digunakan oleh 88 rumah tangga di sekitarnya. Teknologi ini juga bisa diaplikasikan untuk penanganan kotoran hewan.

Limbah tahu itu memang mesti diolah. Pengolahan anaerobik yang dikembangkan merupakan cara yang paling mudah. Karena jika LIPI menggunakan cara yang konvensional memakai unit Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Terpadu berbiaya mahal karena Chemical Oxygen Demand (COD) nya tinggi dan membutuhkan berbagai energi tambahan.

Dengan proses anaerobik tidak memerlukan banyak energinya, diolah secara kedap udara, dan menjadi energi metana dan air yang dibersihkan oleh mikroba.

3. Bio plastik dari singkong

Dalam rangka mengurangi limbah plastik, LIPI mengembangkan bio-plastik sebagai alternatif untuk menggantikan plastik biasa. Bio-plastik tersebut berbasis pati yang mudah diurai mikroba alami dengan cepat. Ia berpeluang menjadi solusi limbah plastik saat ini.

Selain itu, singkong merupakan bahan baku yang mudah ditemukan di Indonesia dan harganya yang sangat murah. Bahkan, di Kota Pati sendiri, jika panen singkong maka singkong bisa ditemukan dengan mudah bahkan disimpan di pinggir jalan. Solusinya, pengembangan bio plastik bisa dikembangkan di tempat yang memiliki sumber daya alam singkong tinggi seperti Lampung dan Pati.

 

Pemerintah Tetapkan Tarif Batas Bawah Ojek Online, Berapa di Bandung?

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan akhirnya mengumumkan besaran tarif ojek online (ojol) yang dibagi ke dalam 3 zonasi. Ketentuan tarif ini akan mulai berlaku mulai 1 Mei 2019.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menyatakan, ketentuan tarif ini akan dibagi ke dalam 3 zona. Zona I yakni Sumatera, Jawa dan Bali kecuali Jabodetabek, Zona II Jabodetabek, dan Zona III untuk wilayah Kalimantan, Sulawesi hingga Maluku.

Ketentuan tarif yang dipaparkannya berlaku nett untuk pengemudi, dengan pemberlakuan biaya jasa minimal dibawah 4 km. Untuk Zona I, tarif batas bawah Rp 1.850 per km dengan tarif batas atas Rp 2.300 per km. Biaya jasa minimal yang dikenakan Rp 7.000 sampai dengan Rp 10.000.

Sementara pemberlakuan tarif batas bawah untuk Zona II yakni Rp 2.000 per km, dengan ketentuan tarif batas atas Rp 2.500 per km. Biaya jasa minimal yang dikenakan Rp 8.000 sampai dengan Rp 10.000.

Sedangkan pemberlakuan tarif batas bawah untuk Zona II Rp 2.100 per km, dan tarif batas atas Rp 2.600 per km. Biaya pemberlakuan tarif batas bawah untuk Zona III To 7.000 sampai dengan Rp 10.000.

Budi Setyadi menyebutkan, ketentuan tarif ini sudah memperhitungkan dua aspek, yakni biaya langsung dan biaya tak langsung.

Namun demikian, kita menggunakan biaya langsung saja. Biaya tidak langsung adalah biaya tarif atau jasa untuk aplikator 20 persen. Nanti akan kita normakan dalam Surat Keputusan (SK) yang merupakan turunan Peraturan Menteri (Perhubungan), paparnya.

SK Menhub tersebut dikatakannya akan ditandatangani Senin ini, dengan masa pemberlakuan pada 1 Mei. Pertimbangan itu diputuskan agar ada waktu penyesuaian dari pihak aplikator untuk perhitungan algoritma.

Kita juga pertimbangkan masyarakat akan menyesuaikan dengan tarif baru ini. Jadi biarlah masyarakat berhitung sendiri dengan adanya keputusan tarif ini, pungkas Budi.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar