Yamaha

3 Solusi LIPI Pulihkan Sungai Citarum

  Senin, 25 Maret 2019   Fathia Uqimul Haq
Mikro bioplastik yang akan dikembangkan menjadi plastik terdegradasi. (Fathia Uqimul Haq /Ayobandung.com)

COBLONG, AYOBANDUNG.COM--Loka penelitian teknologi bersih Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memiliki solusi untuk membantu pemulihan Citarum. Pasalnya, Sungai Citarum yang mencapai 297 Kilometer yang melintasi 12 kabupaten kota adalah sumber kehidupan warga Jawa Barat.

Namun pencemaran Sungai Citarum sudah menjadi permasalahan akut di wilayah Jawa Barat. Oleh karena itu Lipi memiliki tiga solusi yang bisa diimplementasikan untuk keberlangsungan Sungai Citarum yang lebih baik.

1. Toilet Pengompos

AYO BACA : LIPI Kembangkan Toilet Pengompos

Solusi pertama adalah toilet pengompos untuk mengolah limbah dari WC yang bisa menjadi pupuk kompos. Karena kebanyakan masyarakat membuang kotoran buang air Besar atau tinja di pinggir sungai. Jenis limbah ini merupakan limbah yang tidak diolah dan bisa merusak Sungai Citarum, sehingga toilet pengompos bisa menggantikan keberadaan WC umum sepanjang aliran anak sungai Citarum. Polusi kotoran manusia bisa dikurangi, kualitas sanitasi masyarakat bisa meningkat, dan kompos bisa dipergunakan untuk tanaman.

2. Teknologi pengolahan limbah kotoran ternak dan pangan

Limbah kotoran ternak serta industri pangan seperti tahu dan tempe berhasil diterapkan oleh teknologi pengolahan limbah cair tahu secara anaerobik dengan teknik multi-tahap di sentra industri tahu di Giriharja, Sumedang. Limbah yang dihasilkan menjadi layak buang ke sungai dan biogas yang dihasilkan telah digunakan oleh 88 rumah tangga di sekitarnya. Teknologi ini juga bisa diaplikasikan untuk penanganan kotoran hewan.

AYO BACA : LIPI: Limbah Rumah Tangga Bebani 70% Pencemaran di Citarum

Limbah tahu itu memang mesti diolah. Pengolahan anaerobik yang dikembangkan merupakan cara yang paling mudah. Karena jika LIPI menggunakan cara yang konvensional memakai unit Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Terpadu berbiaya mahal karena Chemical Oxygen Demand (COD) nya tinggi dan membutuhkan berbagai energi tambahan.

Dengan proses anaerobik tidak memerlukan banyak energinya, diolah secara kedap udara, dan menjadi energi metana dan air yang dibersihkan oleh mikroba.

3. Bio plastik dari singkong

Dalam rangka mengurangi limbah plastik, LIPI mengembangkan bio-plastik sebagai alternatif untuk menggantikan plastik biasa. Bio-plastik tersebut berbasis pati yang mudah diurai mikroba alami dengan cepat. Ia berpeluang menjadi solusi limbah plastik saat ini.

Selain itu, singkong merupakan bahan baku yang mudah ditemukan di Indonesia dan harganya yang sangat murah. Bahkan, di Kota Pati sendiri, jika panen singkong maka singkong bisa ditemukan dengan mudah bahkan disimpan di pinggir jalan. Solusinya, pengembangan bio plastik bisa dikembangkan di tempat yang memiliki sumber daya alam singkong tinggi seperti Lampung dan Pati.

AYO BACA : Phapros dan LIPI Kembangkan Alat Deteksi Dini Kanker Serviks

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar