Yamaha Lexi

Festival Sinema Indonesia-Australia Sambangi Bandung

  Minggu, 24 Maret 2019   Nur Khansa Ranawati
Lydia Trotter, Kepala Bagian Diplomasi Publik Kedubes Australia.(Dok. Australia Embassy)

CICENDO, AYOBANDUNG.COM--Kedutaan Besar Australia kembali menyelenggarakan Festival Sinema Australia Indonesia 2019. Setelah sukses diselenggarakan di Jakarta pada 14-17 Maret 2019 lalu, FSAI 2019 hadir di Bandung pekan ini.

Festival yang pertama kali diselenggarakan di Kota Bandung ini bakal berlangsung selama dua hari pada 23-24 Maret. Penyelenggaraan festival bertempat di 23 Paskal Shopping Center.

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gary Quinlan mengatakan film merupakan salah satu medium terbaik untuk pertukaran pemahaman kebudayaan Indonesia dan Australia. Dia juga berpendapat bahwa warga kedua negara memiliki ketertarikan terhadap film.

"Film adalah salah satu media terbaik untuk menumbuhkan pemahaman yang lebih besar tentang negara dan budaya lain dan platform yang hebat untuk menghubungkan para sineas Australia dan lndonesia," kata Quinlan.

Festival film di Bandung dibuka pada dengan pemutaran film Australia pemenang penghargaan Ladies in Black, sebuah film berlatar tahun 1959 yang menunjukkan awal mula transformasi Australia menjadi negara multikultural seperti sekarang ini dan kebangkitan kemerdekaan perempuan di masyarakat. 

Sebuah film dokumenter tentang salah satu seniman Penduduk Asli Australia paling terkenal, Gurrumul juga ditampilkan dalam festival ini. Film lain yang diputar yakni hasil remake drama klasik keluarga Australia yang indah dan kontemporer berjudul Storm Boy. 

Di sisi lain, FSAI juga menampilkan karya-karya alumni Australia asal Indonesia, termasuk film klasik moderm Ada Apa Dngan Cinta? (AADC) dan AADC 2.

Selam menampilkan beragam film untuk penonton Bandung, FSAI juga menawarkan peluang untuk membangun koneksi antara industri film Australia dan Indonesia. 

Selain pemutaran film, festival juga diisi dengan kelas film oleh dosen film senior dari Daekin University, Viktoria Duckett, kepada para sineas Bandung.

Film-film yang dipertintonkan di festival ini bisa disaksikan secara gratis. Setelah diselenggarakan di Kota Bandung, FSAI 2019 akan berkeliling di tiga kota lainnya, yakni Makassar, Surabaya, Mataram-Lombok. Akhir pekan lalu di Jakarta, jumlah penonton yang berhasil dirangkul FSAI mencapai 1.300 penonton bioskop.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar