Yamaha Lexi

Ritus Tubuh dan Air, Simbol Peringatan Hari Air Sedunia di Bandung

  Sabtu, 23 Maret 2019   Adi Ginanjar Maulana
Memperingati Hari Air Sedunia yang jatuh pada setiap 22 Maret, Masyarakat Seni Rakyat Indonesia (Masri) menggelar ritus tubuh dan air di bantaran Sungai Cikapundung, Bandung.(Alya)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Memperingati Hari Air Sedunia yang jatuh pada setiap 22 Maret, Masyarakat Seni Rakyat Indonesia (Masri) menggelar ritus tubuh dan air di bantaran Sungai Cikapundung, Bandung.

Gelaran ini diisi oleh para seniman dari Komunitas Bajidoris Jawa Barat, mahasiswa Institut Seni Budaya (ISBI) Bandung, dan berbagai sanggar tari.

Acara dimulai pukul 14.50, diawali dengan pembacaan doa oleh Abah Nanu Munajat. Dia sekaligus penggagas acara ritus ini

Berdasarkan pantauan Ayobandung.com, pembacaan doa dimulai dengan Abah berbaju pangsi, serta anak-anak yang berpakaian tradisional, serta mahasiswa ISBI. 

Semua penari beserta Abah duduk melingkar. Iringan musik tradisional Sunda dan suara gemericik air kian menambah suasana khidmat. Tercium semilir dupa dan parukuyan (bara api kecil) di tengah lingkaran tersebut. 

Seusai berdoa, para penari dari mahasiswa ISBI masuk ke dalam plastik besar yang telah disediakan. Gerakan tarian kontemporer pun dipertontonkan. Laksana tersihir melalui alunan musik tarawangsa dan karinding.

Dikelilingi beberapa plastik besar lain yang seolah-olah mengapung di permukaan air Sungai Cikapundung, penari anak-anak pun antusias mengikuti arahan Abah Nanu untuk menggunakan angsretan (pistol air tradisional)

Menurut Lina Marliana, salah satu pelatih tari dari Cantika Studio, koreografi yang diperagakan merupakan tarian kontemporer dan spontanitas dari para penari sendiri.

"Koreografinya benar-benar spontan dari penari, jadi tidak ada latihan khusus untuk persiapan ritus ini," ucapnya.

Dia menambahkan peragaan tari di tengah Sungai Cikapundung dengan plastik-plastik yang mengapung tersebut menggambarkan interaksi manusia dengan sungai, juga keadaan sungai di masa kini yang banyak tercemar plastik

Abah Nanu mengatakan anak-anak sengaja dilibatkan dalam ritus tubuh dan air karena ingin mendidik anak-anak bahwa air adalah sumber daya alam merupakan bagian penting dalam kehidupan.

"Mengingatkan kepada mereka, air untuk masa depan mereka, mereka harus akrab dengan air, akrab dengan alam, mereka harus tahu air yang memberikan kehidupan mereka," ujar Abah Nanu.

Gelaran ritus tubuh dan air di Sungai Cikapundung tersebut diakhiri dengan penanaman dua bibit pohon yang diberikan secara simbolis kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung.(Alya Dinda)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar