Yamaha Mio S

Hendra, Perajin Wayang Golek yang Masih Aktif Hingga Kini

  Kamis, 21 Maret 2019   Dede Nurhasanudin
Hendra, perajin wayang asal Sukatani, Kabupaten Purwakarta. (Dede Nurhasanudin/Ayobandung.com)

SUKATANI, AYOBANDUNG.COM—Di tengah gempuran budaya dan karakter tokoh pahlawan dari barat, Hendra masih kukuh mengukir kayu di rumahnya. Tangannya teliti menciptakan karakter-karakter wayang golek Pandawa Lima dan Panakawan. Karenanya, kini Hendra menjadi salah satu perajin wayang golek yang masih tersisa di Kabupaten Purwakarta.

Pria berusia 45 tahun itu menggeluti kerajinan wayang golek sejak berusia 12 tahun. Setiap hari dia membuat wayang tersebut di rumahnya, di Kampung Malangnengah, Desa Malangnengah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta.

"Saya belajar membuat wayang golek sudah lama dari usia 12 tahun dan belajar secara autodidak," kata Hendra saat ditemui di rumahnya, Kamis (21/3/2019).

AYO BACA : Wayang Golek yang Semakin Bersolek

Jenis wayang yang sering Hendra buat yaitu Pandawa Lima dan Panakawan. Menurutnya, kedua wayang tersebut paling diminati atau paling banyak dipesan oleh konsumen.

"Wayang golek Pandawa Lima meliputi Arjuna, Bima, Darma Kusuma, Nakula dan Sadewa. Sementara Panakawan yaitu Semar, Cepot, Dawala, dan Gareng.

Harga wayang golek yang Hendra buat disesuaikan dengan ukuran. Ukuran nomor 7 lebar 3 cm dan tinggi 20 cm Rp5.000. Sementara ukuran paling tinggi yaitu nomor 1 dengan lebar 20 cm dengan tinggi 80 cm Rp200.000-300.000 untuk satu wayang.

AYO BACA : Jokowi Tetapkan 7 November Sebagai Hari Wayang Nasional

Hendra kerap menerima pesanan dari konsumen di luar ukuran, misal gantungan kunci atau ukuran wayang golek lebih besar dan tinggi melebihi ukuran nomor 1. 

"Untuk harga itu merupakan harga wayang golek biasa, kalau kualitas super wayang golek nomor 1 yaitu sekitar Rp1 juta, perbedaannya dari asesories dan ukiran," kata dia.

Dalam membuat wayang golek, Hendra dibantu lima saudara dan dua karyawan.

"Setiap hari tidak tentu dan bagaimana pesanan juga. Paling tidak 50-70 per minggu ada untuk ukuran wayang golek nomor 1," ujarnya.

Ia mengatakan, wayang golek miliknya pernah dikirim ke luar kota bahkan ke luar pulau Jawa, antara lain Bali dan Yogyakarta, sementara luar kota yaitu Karawang, Bekasi, Bandung, dan Jakarta.

"Tapi membuat wayang ini tidak setiap hari juga, kadang kalau sepi saya kerja yang lain, selain terbentur modal juga pemasarannya kurang untuk di dalam kota," ujar dia.

AYO BACA : Anis, Perajin Wayang Golek yang Konsisten Lestarikan Kearifan Lokal Jabar

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar