Yamaha

Pers Lokal Bantu Dorong Perkembangan Ekonomi Kerakyatan

  Selasa, 19 Maret 2019   Nur Khansa Ranawati
Seminar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jabar bertajuk

BATUNUNGGAL, AYOBANDUNG.COM -- Untuk memajukan ekonomi kerakyatan, pers memiliki andil besar. Salah satunya adalah membantu publikasi produk usaha agar dapat lebih dikenal oleh masyarakat.

Namun, hal tersebut bisa jadi sangat bergantung dari karakteristik media yang bersangkutan. Direktur Pemberitaan Ayo Media Network, Rahim Asyik, mengatakan media lokal memiliki keunggulan dibanding media skala nasional dalam mengenalkan produk usaha lokal kepada masyarakat.

AYO BACA : PWI Jabar Bahas Peran Pers dalam Majukan Ekonomi Kerakyatan

"Pelaku ekonomi kerakyatan biasanya ada di sekitar kita, dan hanya mungkin berinteraksi dengan pers lokal kalau usahanya belum begitu besar," jelasnya ketika menjadi pembicara dalam seminar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jabar bertajuk "Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital" di Bandung Creative Hub, Selasa (19/3/2019).

Di samping itu, Rahim mengatakan, keunggulan media lokal juga terletak pada unsur proximity atau kedekatan--baik terhadap daerahnya maupun warga di daerah yang bersangkutan--karena lokalitas berita yang dihasilkan. Sehingga, pendekatan pemasaran yang dilakukan terhadap produk usaha lokal dapat lebih tepat sasaran. 

AYO BACA : 43.000 Portal Berita Online Belum Terverifikasi Dewan Pers

"Dari perspektif konten, media nasional terlalu umum. Dari perspektif bisnis, pendekatan nasional tidak efektif karena tidak menjangkau suara daerah, tidak memerhatikan keunikan daerah," jelasnya.

Belum lagi, dia menyebutkan, saat ini dunia bisnis tengah mengarah pada eksplorasi potensi lokal.  "Dalam bisnis, meskipun produksinya sama tapi tetap harus punya pembeda. Bisnis maupun konten saat ini sedang mengamami lokalitas," jelasnya.

Di samping itu, dalam memajukan ekonomi kerakyatan, pers juga dapat berkontribusi dengan menjadi sumber informasi terpercaya dan ruang publik yang sehat bagi masyarakat menuju civil society. 

"Tumbuhnya ekonomi kemasyarakatan berbanding lurus dengan penguatan masyarakat sipil, seperti independensi, kemerdekaann berpendapat, dan sebagainya," jelas Rahim.

AYO BACA : Simak 5 Tips Kembangkan Bisnis di Era Digital

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar