Yamaha Aerox

5 Persamaan Kecelakaan Lion Air dan Ethiopian Airlines

  Selasa, 19 Maret 2019   Andres Fatubun
Boeing 737 Max 8. (boeing)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Lembaga regulator penerbangan sipil Amerika Serikat - Federal Aviation Administration (FAA) - memutuskan untuk mengandangkan semua pesawat Boeing 737 Max 8 atau seminggu setelah jatuhnya Ethiopian Airlines yang menewaskan 157 orang di dalamnya.

FAA mengidentifikasi penyebab yang sama antara insiden Ethiopian Airlines dengan kecelakaan Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat yang menewaskan 189 orang.

FAA menyatakan ada lima kesamaan dalam dua kecelakaan yang total menewaskan 356 orang. Berikut daftarnya. 

1. Sama-sama menggunakan Boeing 737 Max 8
Boeing 737 Max 8 adalah model teranyar yang diperkenalkan Boeing pada 2017. Selain Max 8, terdapat seri lainnya yaitu Max 7, 9, dan 10. Perbedaanya hanya terletak pada jumlah kursi saja. 

Boeing menyatakan Max 8 adalah produk dengan penjualan paling cepat dalam sejarahnya. Lebih lanjut disebutkan, Boeing telah menerima 5000 pesanan dari 100 kostumer di seluruh dunia.   

AYO BACA : Kurang dari 5 Bulan, 2 Boeing 737 Max 8 Jatuh, 356 tewas

Sementara menurut FAA, sedikitnya 350 pesawat Max 8 telah mengudara di seluruh dunia yang dimiliki oleh 54 maskapai.

2. Menggunakan piranti lunak MCAS 
Boeing 737 Max 8 dilengkapi dengan piranti lunak penerbangan otomatis yang disebut Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS). Software ini terbilang baru untuk seri Max.

Disitat dari Aviatren, MCAS bekerja secara otomatis, meski pesawat terbang manual. Tujuannya yakni memproteksi pesawat dari manuver yang berbahaya, seperti mengangkat hidung pesawat terlalu tinggi, sehingga mengakibatkan stall. Namun dalam kasus JT610, fitur ini justru diduga turut berkontribusi dalam membuat kecelakaan. 

3. Lion Air dan Ethiopian Airlines jatuh beberapa saat setelah lepas landas.
Persamaan lainnya adalah kedua pesawat jatuh beberapa saat setelah lepas landas. Ethiopian Airlines jatuh enma menit setelah take off dari Bandara Bole, Addis Ababa. Sedangkan Lion Air jatuh 13 menit setelah mengangkasa.

4. Kedua pesawat diterbangkan pilot senior
Beberapa saat setelah jatuh, Ethiopian Airlines mencuit bahwa pesawat nahas itu diterbangkan oleh pilot senior Kapten Yared Getachew yang memiliki catatan 8.100 jam terbang. Sementara Lion Air JT610 yang diterbangkan pilot berkebangsaan India, Bhavye Suneja, sudah mengantongi 6.000 jam terbang.

5. Pilot melaporkan masalah teknis yang sama
Sebelum pesawat jatuh, berdasarkan catatan komunikasi dengan air traffic controller, kedua pilot melaporkan masalah teknis dan meminta untuk kembali untuk mendara. Pilot Ethiopian Airlines melaporkan masalah teknis tersebut bersamaan dengan "jejak" pesawatnya yang hilang di radar. Sementara pilot Lion Air, menurut KNKT, berusaha keras mengendalikan pesawat yang sedang menukik sebelum akhirnya jatuh ke laut di perairan Karawang.  

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar