Yamaha Aerox

Pelaku Penembakan di Christchurch Diajukan ke Pengadilan Sabtu Pagi

  Jumat, 15 Maret 2019   Dadi Haryadi
Ilustrasi aksi penembakan. (Pixabay.com)

Duta Besar Republik Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya mengungkapkan, akan bertolak ke Christchurch hari Sabtu (16/3/2019) pukul 11.00. “Saya tidak berangkat dari Wellington hari Jumat, karena Bandara Christchurch baru dibuka Sabtu pagi,” katanya.

Saya akan berkoordinasi dengan para pihak terkait di Christchurch serta mengadakan pertemuan dengan masyarakat Indonesia, ujar Dubes melalui WA kepada penulis, Jumat malam (15/3/2019).

Di Christchurch bermukim 344 WNI, kebanyakan pelajar/mahasiswa dan pihak KBRI telah menghubungi mereka. KBRI Wellington juga membuka nomor hotline yakni +642119500980, +6421366754 dan +64223812065.

Sebelumnya Menlu Retno Marsudi mengatakan enam WNI dalam Masjid An Noor ketika penembakan terjadi. Indonesia mengecam keras penembakan di Masjid Al Noor di pusat kota. dan Masjid Linwood, di pinggiran Christchurch tersebut.

AYO BACA : Kemenkominfo: Jangan Sebar Video Penembakan di Masjid

Kabar terakhir mengungkapkan tiga WNI yang selamat bersembunyi di rumah warga setempat, sedangkan tiga lainnya diperkirakan satu tewas dan dua lainnya, ayah dan anak, mengalami luka serius.

Ini tindakan kekerasan yang luar biasa dan belum penah terjadi sebelumnya. Total 40 orang tewas dengan rincian sepuluh orang di Masjid Linwood Avenue, tiga diantaranya di luar masjid. Sementara 30 lainnya tewas di masjid Al Noor yang berlokasi di Deans Avenue, selain itu lebih dari 20 orang luka parah, kata Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern.

Pejabat kepolisian Selandia Baru menyatakan tiga pria dan satu perempuan ditangkap. Aparat menemukan sejumlah bom rakitan yang dipasang di beberapa kendaraan. Jangan berasumsi bahaya telah melenyap.

Seorang pria berusia dua puluh tahunan ditangkap dengan tuduhan melakukan pembunuhan. Polisi yang menangkapnya menemuka dua bahan peledak yang dipasang disebuah kendaraan di dekat lokasi penangkapan.

AYO BACA : Penembakan Masjid Selandia Baru, Sejumlah Orang Tewas, 4 Pelaku Ditahan

Pria tersebut yang diduga berkewarganegaraan Australia dan bernama, Brenton Tarrant, itu akan diajukan ke pengadilan Christchurch Sabtu pagi dengan dakwaan melakukan pembunuhan berencana. Status kewarganegaraan Tarrant dibenarkan PM Australia Scott Morrison.

Tarrant yang wajahnya sesekali tampak di kaca spion mobil, menyetir kendaraan berkeliling kota Christchurch sampai akhirnya tiba di Masjid Al Noor di Deans Avenue. Diapun turun dari mobil dan menembaki para jamaah yang berada di pintu masuk masjid.

Dia kembali ke mobil dan mengambil senjata baru. Kemudian memasuki masjid dan menembaki jamaah yang berada di dalam masjid, baik di ruangan untuk laki-laki maupun perempuan, dalam jarak dekat. Setelah itu kembali ke kendaraannya dan meninggalkan lokasi. Dia merekam semua tindakannya selama 17 menit itu dengan kamera yang dipasang pada helm yang dikenakannya.
\nTarrant dalam manifestonya menyatakan dirinya merupakan sebagai seorang fascist yang sesungguhnya. Pahlawan supremasi kulit putih.

Segera setelah kejadian itu, pihak berwenang menutup sekolah-sekolah, universitas Bandar Udara Christchurch International Airport, menghentikan penerbangan ke dan dari bandara tersebut serta memerintahkan penutupan masjid di seluruh Selandia Baru.

Farid Khalidi

AYO BACA : Wapres JK Kecam Penembakan di Masjid Selandia Baru

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar