Yamaha NMax

Cardinal Art and Culture Wadahi Bakat Anak Muda Indonesia

  Jumat, 15 Maret 2019   Fathia Uqimul Haq
Cardinal Art and Culture. (Fathia Uqimul Haq/Ayobandung.com)

CICENDO, AYOBANDUNG.COM--Cardinal mewadahi bakat anak-anak muda lewat ajang Cardinal Art and Culture yang diisi oleh berbagai macam lomba. Ajang yang diikuti oleh peserta di 45 kota se-Indonesia ini akhirnya telah sampai di babak Grand Final. Proses penjurian untuk merebut hadiah jutaan rupiah ini digelar di 23 Paskal Bandung.

Perhelatan ini bukan pertama kalinya bagi Cardinal. Karena Cardinal Art and Culture sudah digelar sejak enam tahun yang lalu. Biasanya kegiatan ini digelar di Bali, namun dua tahun terakhir Cardinal menggelar di Kota Bandung.

"Karena kemarin sudah di Bali terus, kita sekarang kali kedua di Bandung alasannya pabrik kita kan di Bandung," kata Kepala Departemen Promosi Cardinal, Andre Nova, Jumat (15/3/2019).

Ia mengatakan ajang ini juga sebagai hadiah kepada para pelanggan yang telah membeli baju Cardinal. Pasalnya, peserta bisa terdaftar untuk mengikuti lomba setelah membeli satu produk Cardinal.

AYO BACA : Uniqlo Kembangkan Pasar untuk Anak Muda di Bandung

"Selain pakai baju Cardinal, kita juga beri wadah supaya orang bisa berkreasi dengan Cardinal," katanya.

Cardinal Art and Culture memiliki beberapa cabang lomba seperti dance, band, dan model. Para finalis yang datang ke Bandung merupakan peserta terpilih setelah menyisihkan banyak peserta di kota masing-masing.

Mereka sudah melalui audisi tingkat kota, provinsi, kemudian melaju ke babak grand final di Bandung. Kompetisi yang sudah digelar enam kali ini akhirnya menyisihkan 40 model, 7 band, dan 9 dancer.

"Kita undang semua ke Bandung, kami fasilitas semua mulai dari transportasi hingga penginapan kita siapkan semua," ujarnya.

AYO BACA : Kopi, Wadah Ide Kreatif Anak Muda

Karena  para peserta ada yang datang dari Makassar, Pekanbaru, Balikpapan, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok. Mereka sama-sama berjuang untuk meraih hadiah dan uang tunai total jutaan rupiah.

Karena harapannya para peserta yang berbakat ini bisa dilirik oleh para pemilik production house, dapur rekaman, atau menjadi model.

"Kesempatan itu bisa hadir karena juri kita merupakan yang berprofesi di sana," jelasnya. 

Uniknya, Cardinal Art and Culture ini mengusung tema kolaborasi antara musik daerah dan modern. Hal ini diharapkan bisa membangun dan melestarikan budaya bangsa.

"Syaratnya untuk kompetisi musik itu 60% tradisional dan 40% modern," katanya.

AYO BACA : AKSI: Gali Potensi Pelajar Lewat Pesona Kreativitas Siswa

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar