Yamaha NMax

Transaksi Giro Bisa Lewat Gawai melalui Posgiro Mobile

  Jumat, 15 Maret 2019   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
PT Pos pun meluncurkan layanan Posgiro Mobile. (Eneng Reni Nuraisyah Jamil/ayobandung.com)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Layanan Giropos merupakan salah satu layanan keuangan legacy selain Weselpos yang dimiliki PT Pos Indonesia (Persero). Layanan Giropos PT Pos ini bahkan sudah hadir dan melayani masyarakat sejak puluhan tahun yang lalu.

Selain itu, kehadiran layanan Giropos digunakan juga untuk mendukung program-program pemerintah berupa penyaluran dana ke berbagai wilayah di Indonesia, bahkan transaksi dari luar negeri, semisal pengiriman uang para TKI ke Indonesia.

Masalahnya, kondisi bisnis pengiriman pada hari ini sudah mengalami perubahan karena dipengaruhi oleh perilaku konsumen. Konsumen lebih banyak masyarakat memanfaatkan jasa pengiriman mobile, khususnya yang warganya sudah marak melakukan transaksi secara daring.

Praktis beradaptasi dengan zaman, layanan Giro Pos ini kemudian didigitalisasi, direvitalisasi dengan menghadirkan teknologi yang setara dengan layanan perbankan.

AYO BACA : Imlek 2570, Pos Indonesia Luncurkan Prangko Shio Babi

Dalam kesempatan kali ini, PT Pos pun meluncurkan layanan Posgiro Mobile. Kehadiran layanan ini, resmi memberikan kemudahan bertransaksi terutama untuk publik. Bahkan layanan ini bisa memudahkan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dalam hal pengiriman uang ke Indonesia.

Layanan tersebut berbentuk aplikasi Posgiro mobile. Sehingga secara luas platform digital berbasis rekening Giropos ini diberikan kepada seluruh pemilik rekening Giropos sehingga dapat mengakses layanan Giropos dan layanan keuangan pos lainnya secara mobile.

"Potensi TKW itu kalau sekarang yang sudah biasa bertransaksi di Pos itu menggunakan layanan sekitar perbulan antara 300 ribu transaksi dengan kisaran setahun Rp15 triliun menggunakan layanan konvensional. Artinya dengan layanan data dari BPN2TKI potensinya Rp118 triliun, artinya itu akan kita tinggaktan tapi lebih aktif," ungkap Direktur Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia (Persero), Ihwan Sutardiyanta di sela peluncuran Posgiro Mobile, Bandung, Jumat (15/3/2019).

Di sisi lain, Ihwan memyampaikan untuk basis teknologi platform, PT POS membeli Core Banking System (CBS) untuk backbone layanan ini, di mana dengan teknologi ini pihaknya akan mengintegrasikan layanan keuangan dan layanan Pos lainnya di Pos dalam 1 platform. Hadirnya Posgiro Mobile ini juga ditujukan untuk memudahkan bertransaksi. 

AYO BACA : Antam & Pos Indonesia Lanjutkan Kerja Sama Penjualan Emas

"Karena kalau yang sekarang layanan yang berjalan, POS hanya pasif nunggu orang datang ke kantor POS. Tapi dengan layanan ini kita aktif bersama BNP2TKI untuk menyosialisasikan, baik kepada TKI yang mau berangkat maupun yang sudah berada di sana," lanjutnya.

Pelanggan Kantorpos lainnya pun diberikan kemudahan dan fasilitas layanan keuangan secara mobile yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja seperti Layanan Bil Payment Pembayaran berbagai tagihan listrik, PDAM, cicilan motor, mobil, BPUS pembelian pulsa, token atau voucher.

Bukan hanya itu platform ini bisa digunakan untuk pengiriman uang melalui layanan Weselpos Instan, pengelolaan keuangan melalui layanan Giropos, menyimpan dana di rekening Giropos, serta fasilitas Scan QR Code untuk pembayaran/pembelian via merchont/Micro Payment dengan basis Rekening Giropos.

Oleh karena itu, dengan adanya layanan Posgiro Mobile tersebut menurut Ihwan diharapkan dapat melengkapi jaringan dan titik layanan PT Pos Indonesia (Persero) yang sudah tersedia sebelumnya sekitar 58.700 titik dalam bentuk Kantorpos, Agenpos, Mobile Postal Service, dan lain-lain di seluruh Indonesia.

"Target tumbuh, kita untuk awal platform ini memang belum optimis karena kita perlu semacam sosialisasi. Jadi tahun ini kami gak muluk-muluk untuk mencoba satu koridor dulu. Misalnya kita coba ke TKI yang mau atau di Taiwan dan Hongkong untuk coba menggunakan layanan ini. Ekpeimennya kita dapet dan kita selalu pebaiki aplikasinya secara sempurna. Ketika kita sudah selesai, kita tumbuh lebih gede lagi," lanjutnya.

Sementara itu, sebagai salah satu upaya transformasi dan inovasi layanan yang terus dilakukan oleh Pos Indonesia, layanan Mobile Giropos ini lanjut Ihwan diharapkan dapat semakin mendorong inklusi keuangan di Indonesia dengan semakin mudahnya masyarakat untuk mengakses serta menikmati layanan keuangan yang disediakan oleh Pos.

"Target transsaksi tahun ini domestik sama luar negeri paling enggak kira bisa akuisisi sekitar 500 ribu pengguna. Tapi kalau potensi sendiri kalau dari potensi, misal dari yang terbiasa di kantor Poz baru 500 ribu orang, untuk yang dalam negeri kami punya sekitar 7 juta nasabah. Jadi mungkin kami akan ambil sekiraan orang yang udah ready untuk menggunakan layanan ini paling enggak 20 persen atau sekitar 1,5 jutaan nasabah," ungkapnya.

AYO BACA : Pos Indonesia Luncurkan Layanan Setoran Haji Khusus dan Umrah

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar