Yamaha Lexi

Berita Pilihan: Saksi KAA 1955 Fadli Badjuri Wafat Hingga Persib Rayakan Hari Jadi di Panti Asuhan

  Jumat, 15 Maret 2019   Fira Nursyabani
Ilustrasi berita pilihan.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Redaksi ayobandung.com telah merangkum berita-berita pilihan yang terbit pada Kamis (14/3/2019). Moh Fadli Badjuri, penjual sate yang menjadi saksi sejarah Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Bandung, tutup usia pada Kamis (14/3/2019), sekitar pukul 05.45 WIB, di usianya yang ke-112.

Selain itu, dalam perayaan hari jadinya yang ke-86, Persib Bandung hanya menggelar syukuran di Panti Asuhan Aninda Rosada, Jalan Karapitan, Kota Bandung.
\n
\nBerikut berita selengkapnya:

Saksi Sejarah KAA 1955, Moh Fadli Badjuri Tutup Usia

Moh Fadli Badjuri, penjual sate yang menjadi saksi sejarah Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Bandung, tutup usia pada Kamis (14/3/2019), sekitar pukul 05.45 WIB. Fadli wafat sehari setelah ulang tahunnya yang ke-112.

Menurut anak bungsunya, Abdul Fatah, Fadli tidak memiliki riwayat penyakit dalam. Kondisinya mulai menurun sejak terpeleset di kamarnya pada Selasa (5/3/2019).

Kaget Abah pas terpeleset. Beda kan kagetnya kita dengan beliau, usia juga. Sejak saat itu beliau susah makan padahal biasanya apa saja mau, hanya dua suap sehari, kata Fatah. 

Fadli menolak dibawa ke rumah sakit. Karenanya, anak-anaknya memutuskan untuk memanggil perawat ke rumah, sampai akhirnya bapak dari 8 anak itu tutup usia. Aparat pemerintahan, budayawan, TNI, dan Polri pun berdatangan silih berganti. 

Abah dekat sama semuanya, enggak pandang bulu. Siapa aja disambut. Meski dibesarkan di lingkungan NU, Abah tidak mengklaim apapun di sini, katanya. 

Fadli merupakan pengasuh dari Majelis Tjakraboeana yang masih eksis sampai hari ini. Dua kali dalam seminggu, Majelis tersebut menggelar pengajian. Terlebih masjid yang biasa dijadikan tempat berkumpul sedang direnovasi sehingga pengajian dipindahkan ke rumahnya. 

Fatah belajar banyak dari sosok Abahnya yang sangat terbuka kepada siapa pun. Bahkan Fatah sudah menerima bahwa Abahnya telah menjadi Abah bagi semua orang. Mulai dari sekitar lingkungan, komunitas, dan orang-orang terdekat meski bukan saudara kandung sudah dianggap seperti anaknya sendiri. 

Orang lain itu pernah pas punya anak minta namanya ke Abah, aqiqahannya di sini, padahal bukan saudara kandung ya. Jadi, semuanya dekat, ucapnya. 

Abah yang dikenal terbuka sejak zaman Belanda ini pun sesungguhnya telah diberikan lahan makan di Makam RA Wiranatakusumah, Jalan Dalem Kaum, meski pemakaman tersebut khusus untuk keluarga Kusumah. 

Tapi Abah berpesan ingin di pinggir emak, di TPU Astana Anyar, jadi dimakamkan di sana sekitar pukul satu siang selesai setengah tigaan, tuturnya.

Dilansir dari asianafricanmuseum.org,  Fadlie Badjuri adalah pemilik Rumah Makan Madrawi, yang menjadi langganan Soekarno semenjak masih kuliah di Bandung hingga menjadi Presiden. Tidak hanya itu, Rumah Makan Madrawi juga dipesan khusus oleh Soekarno untuk menjadi pemasok sate dan gule sepanjang jalannya KAA.

Meskipun saat ini Rumah Makan Madrawi sudah tidak ada, namun foto Keluarga Fadli Badjuri masih dipamerkan di Museum KAA. Foto tersebut dapat menjadi pengingat akan salah satu sesepuh yang ikut ambil peran dalam sejarah Indonesia, khususnya Kota Bandung.

 

Skuat Maung Bandung Rayakan Hari Jadi ke-86 di Panti Asuhan

Dalam perayaan hari jadinya yang ke-86, Kamis (14/3/2019), Persib Bandung tidak menggelar pesta yang meriah. Skuat Maung Bandung hanya menggelar syukuran di Panti Asuhan Aninda Rosada, Jalan Karapitan, Kota Bandung.

Tidak ada pesta dan kemegahan. Manajemen Persib Bandung hanya menggelar hajatan kecil dan doa bersama para penghuni panti asuhan, manajemen, jajaran pelatih dan pemain Persib, serta ofisial.

Komisaris PT. Persib Bandung Bermartabat (PT PBB), Kuswara S. Taryono menyampaikan perayaan tahun ini sengaja dibuat berbeda dan lebih mengedepankan kegiatan sosial juga silaturahmi.

Khusus untuk ulang tahun Persib yang dirayakan hari ini, dibuat dalam suasana berbeda. Kami ingin menitikberatkan satu sambungan, tidak hanya silaturahmi, tapi rohani dan kegiatan sosial juga. Dan panti Panti Asuhan Aninda Rosada ini jadi pilihan, ujar Kuswara.

Di hari jadi Pangeran Biru tersebut, Kuswara juga menyampaikan harapannya. Ia meminta doa kepada seluruh bobotoh agar persiapan Pangeran Biru untuk mengarungi Liga 1 2019 diberikan kelancaran.

Tentunya di ulang tahun ke-86 ini, kami berharap semua mendoakan Persib agar diberikan kemudahan dalam persiapan menjalani liga yang akan dilakukan Mei. Kami mohon doanya juga kepada seluruh bobotoh di ulang tahun ke-86 ini agar tim Persib diberikan kemudahan dan kelancaran terutama menjelang liga ungkapnya. 

Tidak hanya itu, ulang tahun ini kata sosok yang juga seorang pengacara tersebut diharapkan menjadi pelecut semangat bagi Supardi Nasir cs untuk mengejar asa kemenangan di kompetisi.

Kami mohon dukungan dan doanya menjelang, saat, dan sesudah pertandingan semoga diberikan kelancaran. Dan mohon doanya juga agar Persib bisa menjadi juara, ujar Kuswara.

Beragam harapan dan doa turut dilontarkan sejumlah pihak. Salah satunya harapan besar yang disampaikan pelatih Miljan Radovic. Pelatih yang juga mantan skuat Pangeran Biru medio 2010-2011 ini berharap Maung Bandung dapat meraih kejayaan pada musim 2019 ini. 

Kamu tahu harapan saya, saya harap musim depan bisa luar biasa untuk Persib dan bobotoh, ungkap Radovic.

Pelatih asal Montenegro itu juga berharap, bobotoh bisa memberikan dukungan yang luar biasa untuk Persib. Besarnya dukungan dan motivasi dari pemain ke-12 ini selalu dinantikan Persib dalam setiap pertandingan.  

Semoga semua bersama satu keluarga dan semua oke, ungkapnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar