Yamaha

Iwa Karniwa Sebut Trase 1 LRT Bandung Raya Rp4,1 Triliun

  Kamis, 14 Maret 2019   Nur Khansa Ranawati
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa. (Nur Khansa Ranawati/Ayobandung.com)

 

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Sekretaris Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa mengatakan bahwa pembangunan LRT Bandung trase 1 Tegalluar-Leuwipanjang akan menelan investasi hingga Rp4,1 triliun. Dana tersebut digunakan untuk mendanai trase sepanjang 15 kilometer tersebut yang berupa double track. 

Iwa mengatakan, pendanaan akan menggunakan sistem business to business (B2B) dengan konsorsium yang dikepalai PT KAI. Adapun konsorsium yang terlibat dalam pembangunan LRT Bandung Raya meliputi PT. KAI, Wika, PT.PSBI, PT Jabar Moda Transportasi (JMT), dan PT KCIC.

AYO BACA : Rampungkan LRT, Pemprov Jabar Bakal Jalin Kerja Sama dengan Badan Usaha

Hitung-hitungannya sebesar Rp4,1 triliun untuk satu trase sepanjang 15 kilometer double track. Nanti pakai konsorsium. Mungkin nanti dua minggu sekali akan rapat sinkronisasi, ungkapnya ketika ditemui di Gedung Sate, Kamis (14/3/2019).

Adapun opsi investasi B2B dipilih karena opsi skema kerjasama pemerintah badan usaha (KPBU) untuk penyelesaian trase 1 ini dianggap akan memerlukan waktu yang lebih lama. 

Trase ini jadi B2B mengingat kita enggak ingin berspekulasi terkait penyelesaian. Kalau KPBU kan ada satu proses yang cukup panjang dengan terlibatnya APBN. Kalau B2B kan biar internal perusahaan yang bersangkutan yang mengurus, jelasnya.

AYO BACA : Tahap Pertama LRT Bandung Raya Telan Rp 5 Triliun

Sementara, untuk penetapan jalur trase lainnya, Iwa mengatakan hal tersebut akan dibahas secepatnya dan ditargetkan selesai pada Desember 2019. 

Kita lebih fokus pada timeline penetapan trase kapan harus selesai. Penetapan lokasi untuk trase nya direncanakan selesai November dan lokasinya Desember 2019, jelasnya.

Iwa merencanakan pembangunan LRT Bandung Raya akan selesai bersamaan dengan rampungnya pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung pada 2021 mendatang. Sehingga tidak ada hambatan konektivitas dari stasiun kereta cepat di Gedebage menuju pusat Kota Bandung.

Sehingga operasionalisasi lanjutan ini selesainya sama dengan kereta cepat, jadi enggak ada stuck konektivitas ke Kota Bandung, jelasnya.

AYO BACA : Pemprov Jabar Akan Sinkronisasi Kereta Cepat dengan LRT Bandung Raya

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar