Yamaha NMax

Era Industri 4.0 Banyak Otomatisasi, Mahasiswa Seni Dituntut Wirausaha

  Selasa, 12 Maret 2019   Nur Khansa Ranawati
Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Ismunandar dalam Seminar Nasional Keunggulan Kompetitif Nilai-nilai Seni Budaya dalam Era Revolusi Industri 4.0 di Aula Kampus ISBI Bandung, Selasa (11/3/2019). (Nur Khansa Ranawati/Ayobandung.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM—Pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini banyak mengubah keseharian manusia, termasuk pekerjaan. Otomatisasi berbagai sektor industri menjadi hal yang tak terelakkan, mengingat efisiensi menjadi hal kunci yang dikedepanakan industri agar bisa terus hidup.

Imbasnya, sejumlah bidang pekerjaan terancam tak akan lagi memerlukan jasa manusia, seperti jasa penjaga pintu tol yang saat ini sudah mulai tergantikan mesin. Bukan tak mungkin otomatisasi juga akan segera merambah bidang lainnya.

AYO BACA : Begini Cara Hadapi Indonesia Era 4.0

Hal tersebut disampaikan Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Ismunandar dalam “Seminar Nasional Keunggulan Kompetitif Nilai-nilai Seni Budaya dalam Era Revolusi Industri 4.0” di Aula Kampus ISBI Bandung, Selasa (11/3/2019).

Meski demikian, lanjutnya, tidak seluruh hal dalam bidang pekerjaan atau kehidupan dapat diotomatisasi, termasuk seni. 

AYO BACA : Revolusi Industri 4.0: Manusia dapat Digantikan Robot?

"Intinya mau teknologi apa saja, mau revolusi industri yang mana saja, kita jangan lupa dengan kemanusiaan kita. Kuliah juga sekarang sudah mulai banyak yang dijalankan secara daring. Tapi hal-hal tertentu seperi mata kuliah seni musik angklung, misalnya, kan tidak bisa," ungkapnya.

Oleh karena itu, dia mendorong mahasiswa seni untuk belajar berwirausaha. Dengan begitu, di era berkurangnya lapangan pekerjaan akibat otomatisasi, mahasiwa seni justru dapat membuka peluang kerja baru. 

"Saya menggarisbawahi bahwa enterpeneurship jadi hal penting karena otomatisasi akan banyak berakibat banyak pada pekerjaan yang hilang. Tantangan tersebut di satu sisi harus diimbangi dengan dibukanya lapangan-lapangan pekerjaan baru. Di sinilah pentingnya enterpeneurship. Kita harus usahakan di kampus ini," pungkasnya.

Hal senada disampaikan oleh Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa. Dalam sambutannya, dia mengusulkan ISBI Bandung membuka mata kuliah baru, salah satunya kewirausahaan. Hal tersebut juga dilakukan guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia dan Jawa Barat khususnya.

"Saya mengusulkan pada Rektor ISBI juga Pak Dirjen agar bagaimana seluruh prodi di ISBI dimasukkan mata kuliah kewirausahaan. Hal ini akan mendorong berkembangnya ekonomi kreatif," jelasnya.

AYO BACA : Kemenristekdikti: Politeknik Jadi Tumpuan Era 4.0

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar