Yamaha

Keluarga WNI Korban Ethiopian Airlines Bantu Identifikasi Jenazah

  Selasa, 12 Maret 2019   Fira Nursyabani
Puing pesawat Ethiopian Airlines yang jatuh ketika sedang berada dalam perjalanan dari Addis Ababa, Ethiopia, menuju Nairobi, Kenya. (Istimewa)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI mengatakan, keluarga Harina Hafidz (60), WNI yang menjadi korban jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines dalam perjalanan dari Addis Ababa, Ethiopia, menuju Nairobi, Kenya, akan membantu proses identifikasi jenazah. Harina adalah WNI yang tinggal dan bekerja untuk Program Pangan Dunia (WFP) PBB di Roma, Italia, selama 20 tahun terakhir.

AYO BACA : Harina Hafitz, WNI Korban Tewas Kecelakaan Pesawat di Ethiopia

“Kemarin adik dari ibu Harina Hafidz sudah berada di Roma untuk bergabung dengan suami dan keluarga beliau yang lain, juga untuk membantu proses identifikasi jenazah,” ujar Juru Bicara Kemenlu RI Arrmanatha Nasir dalam press briefing di Jakarta, Selasa (12/3/2019).

AYO BACA : Kurang dari 5 Bulan, 2 Boeing 737 Max 8 Jatuh, 356 tewas

Hingga saat ini, menurut informasi yang diterima Kemelu dari otoritas Ethiopia, proses identifikasi jenazah belum mulai dilakukan. Identifikasi jenazah akan dilakukan bersamaan dengan proses investigasi jatuhnya pesawat jenis Boeing 737 Max-8 tersebut. Proses investigasi juga akan dibantu oleh pihak Boeing dan Administrasi Penerbangan Sipil Amerika Serikat (FAA).

“Pihak Ethiopian Airlines sudah menyampaikan akan membutuhkan bantuan keluarga untuk memberikan sampel DNA bagi proses post mortem jenazah. KBRI Roma siap mendampingi keluarga dalam proses identifikasi ini,” kata Arrmanatha.

Harina Hafidz adalah satu diantara 157 korban tewas kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines. Selain WNI, daftar kewarganegaraan penumpang yang menjadi korban menurut Ethiopian Airlines yakni Kenya 32 orang, Kanada 18 orang, Ethiopia 9 orang, China 8 orang, Italia 8 orang, Amerika Serikat 8 orang, Prancis 7 orang, Inggris 7 orang, Mesir 6 orang, Jerman 5 orang, India 4 orang, Slovakia 4 orang; dan Austria, Rusia, Swedia masing-masing 3 orang; dan warga Spanyol, Israel, Maroko, Polandia masing-masing 2 orang.

Selanjutnya, Indonesia, Belgia, Djibouti, Irlandia, Mozambik, Norwegia, Arab Saudi, Rwanda, Sudan, Somalia, Serbia, Togo, Uganda, Yaman, Nepal, Nigeria, masing-masing satu orang. Selain itu, satu orang terdaftar dengan menggunakan paspor PBB.

AYO BACA : Seorang WNI Jadi Korban Tewas Ethiopia Airlines

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar