Yamaha Mio S

Caleg Kota Cirebon Paling Banyak Melanggar Pasang Alat Peraga Kampanye

  Senin, 11 Maret 2019   Erika Lia
Ketua Bawaslu Kota Cirebon, M Joharuddin
CIREBON, AYOBANDUNG.COM- Calon anggota legislatif (caleg) Kota Cirebon terindikasi paling banyak melanggar aturan pemasangan alat peraga kampanye (APK).
 
Setidaknya 4.617 APK yang diduga melanggar dalam hal pemasangannya ditertibkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Cirebon. Selama dua hari, penertiban APK dilaksanakan Bawaslu dengan menyisir seluruh daerah pemilihan (dapil) se-Kota Cirebon.
 
Ketua Bawaslu Kota Cirebon, M Joharuddin menyebutkan, 4 ribuan APK yang ditertibkan terdiri dari 3.164 APK caleg DPRD Kota Cirebon, 1.042 APK caleg DPR RI, 233 APK caleg DPRD Provinsi Jabar, dan tiga buah APK calon anggota DPD.
 
"Sedangkan APK capres-cawapres sebanyak 175 buah," katanya, Senin (11/3/2019).
 
Atribut kampanye yang ditertibkan meliputi beragam jenis, baik spanduk, banner, maupun baliho. APK yang tergolong melanggar aturan di antaranya dipasang di pohon, tiang telepon, tiang listrik, hingga yang dipasang melintang.
 
Dia meyakinkan, penertiban itu didahului pengamatan dan kajian bersama panitia pengawas (panwas) kecamatan dan kelurahan. Sejauh ini, ribuan APK yang terindikasi melanggar itu ditertibkan dari dua dapil yang berbeda dalam dua kali penertiban.
 
Bawaslu sendiri menyayangkan masih banyaknya pelanggaran yang dilakukan para caleg maupun tim sukses capres-cawapres. Menurutnya, penyelenggara pemilu telah menyosialisasikan dan membekali seluruh partai peserta pemilu terkait regulasi pemasangan atribut kampanye.
 
"Sampai menjelang hari H pemilu, masih banyak yang melanggar," cetusnya.
 
Namun begitu, pihaknya belum menjatuhkan sanksi atas pelanggaran itu. Dia menyebutkan, pihaknya masih melakukan pendataan seluruh APK yang ditertibkan hari itu.
 
"Sanksinya baru penurunan saja," ujarnya.
 
Dia memastikan, Bawaslu tak akan pernah berhenti menertibkan APK yang dianggap melanggar, termasuk yang mengganggu ketertiban umum. Menurutnya, salah satu caleg sempat melayangkan komplain kepada Bawaslu, hanya berhasil diselesaikan. Komplain itu, lanjutnya, terjadi karena miskomunikasi.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar