Yamaha Mio S

Kurang dari 5 Bulan, 2 Boeing 737 Max 8 Jatuh, 356 tewas

  Senin, 11 Maret 2019   Andres Fatubun
Petugas mengumpulkan jenazah korban jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines yang menewaskan 157 orang, Minggu (10/10/2019) malam.

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Dalam rentang waktu empat bulan sejak Oktober 2018, dua pesawat Boeing 737 Max 78 mengalami kecelakaan fatal yang mengakibatkan 356 orang di dalamnya tewas.

Insiden pertama terjadi pada 29 Oktober 2018. Pesawat Lion Air nomor penerbangan JT 610 dengan manifes 189 orang termasuk penumpang, pilot, dan awak kabin jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat.

Upaya evakuasi penumpang dilakukan selama 25 hari sejak kecelakaan. Hasilnya sebanyak 125 jenazah berhasil dikenali, sedangkan 64 lainnya tidak teridentifikasi.

Satu bulan setelah kejadian, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyampaikan laporan pendahuluan penyebab jatuhnya JT610 berdasarkan data yang diperoleh dari Digital Flight Data Recorder (DFDR). Laporan tersebut bersifat data, bukan analisis.

Laporan dijabarkan dalam penjelasan sebanyak 15 butir yang menunjukkan bahwa sebelum jatuh, hidung pesawat Lion Air JT610 turun secara otomatis hampir 24 kali dalam 11 menit. Pilot dan kopilot berulang kali berupaya membawa pesawat naik kembali, namun gagal sebelum akhirnya kehilangan kontrol. Pesawat menukik dengan kecepatan sekitar 700 kilometer per jam dan menghantam laut.

Kejadian ini mengundang perhatian dunia internasional. Terlebih JT610 layak terbang dan merupakan pesawat jenis terbaru yaitu Boeing 737 MAX 8 yang didatangkan oleh Lion Air pada Agustus 2018 atau tiga bulan sebelumnya. Selain itu, JT610 diterbangkan oleh pilot senior Kapten Bhavye Suneja yang sudah memiliki lebih dari 6000 jam terbang dan kopilot Harvino lebih dari 5000 jam terbang.

Boeing kembali mengalami nasib nahas pada Minggu (10/10/2019) malam. Sebuah pesawat milik Ethiopian Airlines jatuh di Bishoftu, sebuah kota kecil berjarak 60 kilomter dari Ibu Kota Ethopia, Addis Ababa.

Kecelakan ini menyebabkan 157 orang di dalamnya, salah satu adalah warga negara Indonesia. 

AYO BACA : Seorang WNI Jadi Korban Tewas Ethiopia Airlines

Pesawat dengan nomor penerbangan ET302 tersebut sedang dalam perjalanan dari Addis Ababa menuju Nairobi, Kenya.

Juru bicara maskapai menjelaskan menjelaskan pesawat baru saja lepas landas sekitar enam menit dan diterbangkan oleh pilot senior yang sudah mengantongi 8000 jam terbang.

Menurut catatan penerbangan ke air traffic controller, pilot pesawat sempat meminta kembali ke bandara Bole untuk mendarat darurat karena ditemukan sejumlah kesalahan teknis.

Izin diberikan, namun pesawat akhirnya lebih dulu mengalami kecelakaan.

Pemerintahan Ethiopia melalui Perdana Menterinya, Abiy Ahmed, yang pertama kali menyebarkan berita nahas ini menyatakan duka cita dan meminta semua pihak segera melakukan langkah penting menolong korban dan keluarga.

Hingga berita ini diturunkan belum diketahui penyebab jatuhnya ET302. 

 

  

AYO BACA : Ethiopia Airlines Jatuh, 157 Penumpang Tewas

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar