Yamaha Aerox

Rektor Unpad Yakinkan UTBK Akan Berjalan Lancar

  Minggu, 10 Maret 2019   M. Naufal Hafizh
Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad, saat di-monitoring oleh Belmawa meyakinkan, UTBK akan berjalan lancar. (Anggun Nindita/Ayobandung.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM—Persiapan Sistem Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2019 yang diselenggarakan dengan Ujian Tulis Berbasi Komputer (UTBK) semakin matang. Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad, saat di-monitoring oleh Belmawa meyakinkan, UTBK akan berjalan lancar.

“Jangan khawatir, ini teknologi atau sistem bukan yang baru, sudah kita uji. Kementerian sudah melakukan ini sejak 2016, kita kembangkan, makin besar, makin besar, dengan keyakinan ini sudah berjalan baik,” ujar Tri di Unpad, Sabtu (9/3/2019), seperti dalam keterangan resmi yang diterima Ayobandung.com.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Rina Indiastuti meninjau langsung ke Universitas Padjadjaran sebagai PIC implementasi UTBK.  Berbagung via tele-conference, Direktur Jenderal Belmawa Ismunandar dari Jakarta.

Sistem ujian SBMPTN berbasis komputer memang telah dilangsungkan sejak 2016. Saat itu, Menristekdikti menginstruksikan untuk membuat inovasi dalam seleksi SBMPTN agar lebih adaptif dengan perkembangan teknologi.

AYO BACA : Ini Keunggulan SBMPTN melalui UTBK

Pada 2017, dikembangkan sistem lebih baik dengan skala yang lebih luas. Setahun berselang, sistem terus dikembangkan, bahkan ada yang berbasis android.

“Kalau untuk tahun 2019 ini Pak Menteri mengusulkan seluruhnya berbasis komputer. Sebenarnya tinggal replikasi prinsipnya. Secara prinsip teknologi ini insyaallah establish. Memang kalau dahulu penyelenggaraan di PTN saja, tetapi kali ini ditambah di mitra, ada di sekolah yang pernah menyelenggarakan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer). Jadi, secara infrastruktur dan teknologi ini sudah establish,” Tri meyakinkan.

Sistem dan teknologi tahun ini harus dikembangkan untuk menjawab dua hal. Pertama, jumlah peserta ujian dalam jaringan yang lebih besar dari SBMPTN tahun sebelumnya, serta UTBK yang diselenggarakan beberapa kali.

“Peningkatannya tadi, jumlah coverage kalau dulu terakhir paling banyak kita hanya bisa meng-cover sekitar 26.000, nah, sekarang sekali ujian 85.000 di seluruh Indonesia. Yang kedua, penyelenggaraan ujian tidak hanya satu kali, tetapi beberapa kali,” ujarnya.

AYO BACA : Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri Disederhanakan, Ini Aturannya

Sistem UTBK telah dibangun dengan standar baku yang jelas dan ketat. Dengan begitu, di mana pun tempat penyelenggaraannya akan memiliki kualitas yang sama.

“Kami yakinkan bahwa mau penyelenggaraan di Merauke, mau di Aceh, standarnya sama, jangan khawatir. Baik teknologi maupun substansi. Hari ini kami selenggarakan try out untuk meyakinkan supaya semua proses bisa berjalan dengan baik,” ujar Tri.

Sebelumnya, banyak yang mengeluhkan sistem pendaftaran SBMPTN yang sulit karena server yang kurang baik. Menurut Tri, sistem pendaftaran daring memang baru diterapkan tahun ini.

Tri melanjutkan, itu bukan di bawah tanggung jawabnya secara langsung karena diselenggarakan oleh kampus yang berbeda. Namun, hal itu menjadi pelajaran.

“Kalau sampai terjadi, memang pendaftaran (online) ini hal baru. Tapi insyaallah dengan modal (pengalaman) ini kami sudah bisa meyakinan nanti, peserta di mana, ruang mana, item atau soalnya seperti apa yang diperoleh, itu sudah terset dengan baik. Jadi, kami meyakinkan jangan khawatir di sisi itu,” terangnya.

Sebagai peserta, siswa yang mengikuti UTBK sebenarnya sudah siap dengan sistem ini karena siswa sudah mengikuti UNBK.

Teknologi dan sistem UTBK bukanlah hal yang asing. Ia pun meyakinkan adanya sistem yang ramah, “membuat makin friendly bagi peserta.”

AYO BACA : 4 Gedung Pendidikan Bersejarah di Kota Bandung

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar