Yamaha NMax

Siswa SMA 21 Juarai Pasanggiri Pidato Bahasa Sunda PWI Jabar

  Sabtu, 09 Maret 2019   Nur Khansa Ranawati
Plt Ketua Umum PWI Jabar Hilman Hidayat memberikan piala keada Anitiya Fashah, Sabtu (10/3/2019).(Khansa)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM---Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bekerjasama dengan Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) menggelar Pasanggiri Nulis Naskah Pidato Basa Sunda tingkat SMA dan sederajat di Aula kantor PWI Jabar, Sabtu (9/3/2019). Naskah pidato yang dilombakan mengusung tema pemberantasan hoaks. 

Dalam lomba yang diikuti puluhan siswa dan siswi SMA dan SMK se-Kota Bandung tersebut, siswi SMAN 21 Bandung, Anitiya Izhar Fashah, keluar sebagai pinunjul hiji alias pemenang pertama. Didampingi gurunya, Anitiya mengaku bangga bisa menyabet gelar juara.

"Saya senang dan enggak nyangka bisa juara karena bikin naskahnya mendadak. Saya banyak konsultasi untuk bertanya soal undak-usuk basa," jelasnya ketika ditemui selepas sesi penyerahan hadiah.

Dia yang pernah mengikuti lomba serupa dalam Bahasa Indonesisa dan Bahasa Inggris mengatakan bahwa lomba kali ini menantangnya untuk memahami Bahasa Sunda dengan lebih baik. Pasalnya, selama ini Bahasa Sunda yang dipahami anak muda di Kota Bandung dan Jawa Barat kebanyakan adalah Bahasa Sunda pergaulan yang lebih kasar.

"Saya cukup lama mikir untuk menemukan kata-kata yang tepat (dalam naskah) agar sesuai, tidak terlalu kasar," jelasnya.

Hilman Hidayat. Dalam sambutannya dia mengatakan tantangan saat ini membuat warga Jabar terutama anak muda kembali percaya diri berbicara Bahasa Sunda dalam keseharian.

Dia mencontohkan pengetahuan kosakata Bahasa Sunda yang cenderung terbatas pada kosakata kasar membuat orang kurang percaya diri berbicara Bahasa Sunda.

"Ya kalau mengajak orang makan bilangnya hayu urang ngalebok (makan; Bahasa Sunda kasar) kan bisa-bisa dimarahi. Nah itulah yang membuat orang kurang pede berbahasa Sunda," ungkap Hilman.

Untuk itu, dia berharap lomba kali ini dapat menjadi ajang pelestarian Bahasa Sunda di kalangan anak muda.

"Meskipun pesertanya tidak sebanyak kalau kita membuat lomba pidato Bahaa Inggris atau Indonesia, tapi mudah-mudahan bisa jadi ajang mieling basa Sunda. Apalagi di wilayah perbatasan seperti Depok dan Bekasi, saya mulai khawatir," ungkapnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar