Yamaha

Hari Perempuan Internasional: Perempuan Aset Pembangunan Indonesia

  Sabtu, 09 Maret 2019   Fira Nursyabani
Aktivis perempuan melakukan aksi di depan Istana Negara, Jakarta, Jumat (8/3/2019). (ANTARA/Rivan Awal Lingga)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Kesetaraan gender dapat diartikan kesamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuan untuk memperoleh kesempatan dan hak-hak sebagai manusia. Dengan demikian keduanya mampu dan berpartisipasi dalam kegiatan politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan, serta memiliki kesamaan dalam menikmati hasil pembangunan.

AYO BACA : Putri Reema, Dubes Perempuan Pertama Saudi untuk AS

Kata kunci agar keseteraan gender tercapai adalah tercipta kemitraan atau kerja sama antara perempuan dan laki-laki dalam berbagai sendi kehidupan mulai dari keluarga, masyarakat, sampai kehidupan berbangsa.

AYO BACA : Caleg Perempuan Belum Sentuh Isu Kebutuhan Dasar

Aktivis Perempuan yang juga Anggota DPD RI Fahira Idris mengungkapkan, saat ini kesetaraan gender yang sedang didorong adalah persamaan substantif untuk memberikan akses atau ruang gerak, partisipasi, dan keterlibatan dalam proses pengambilan keputusan antara perempuan dan laki-laki dalam pembangunan. Sehingga manfaat dan hasil pembangunan benar-benar dapat dirasakan secara adil antara keduanya sesuai dengan aspirasi dan kebutuhannya.

“Kita harus terus berupaya menjadikan perempuan sebagai aset dan potensi pembangunan dengan satu tujuan yaitu mempunyai kemandirian terutama secara ekonomi dan sosial. Dengan berdaya secara ekonomi (menjadi pelaku kegiatan-kegiatan produktif) dan sosial (mampu memutuskan yang terbaik bagi diri, lingkungan, dan bangsa) maka perempuan Indonesia akan menjadi agent of change baik bagi dirinya sendiri, keluarga, lingkungan, dan masyarakat di sekitarnya,” ujar Fahira, dalam pernyataan resminya.

Menurut dia, salah satu strategi agar terjadi perubahan pola pikir dan pemberdayaan perempuan guna bisa mencapai hasil yang diinginkan adalah menempatkan lebih banyak perempuan-perempuan di badan-badan publik mulai dari eksekutif, yudikatif, dan terutama legislatif atau parlemen. 

“Memang sebagai negara yang berada di dalam proses konsolidasi demokrasi, perihal representasi perempuan di badan-badan publik menjadi sangat penting bagi Indonesia. Demokrasi tidak hanya persoalan prosedural namun juga substansi. Semakin banyak perempuan menempati posisi-posisi strategis maka arah dan hasil pembangunan akan bisa lebih berkeadilan,” ungkapnya.

AYO BACA : Peringati Hari Perempuan se-Dunia, Google Tampilkan Doodle Spesial

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE