Yamaha Lexi

Tak Ikut Carpooling, ASN Didenda Rp50.000

  Jumat, 08 Maret 2019   Fathia Uqimul Haq
Peresmian Grab to Work, sebuah solusi meminimalisasi kemacetan yang dimulai oleh Pemkot Bandung, Jumat (8/3/2019). ( Fathia Uqimul Haq /ayobandung.com) 

SUMUR BANDUNGAYOBANDUNG.COM--Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Didi Ruswandi mengatakan bagi para ASN yang sudah diberi surat perintah harus mengikuti program car pooling Grab to Work. Jika tidak, ASN akan didenda Rp 50.000 per hari bagi para karyawan dan denda Rp 100.000 untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) pejabat struktural. 

"Uangnya disepakati kalau terkumpul untuk penanaman pohon. Karena emisi gas buang hanya bisa direduksi klorofil," katanya, Jumat (8/3/2019). 

Rencananya, uji coba car pooling pertama ini melibatkan 70 karyawan Dinas Perhubungan Kota Bandung yang berkantor di Gede Bage. Kemudian ASN Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta beberapa perusahaan lain yang bekerja sama.

Titik poin penjemputan di bagi ke dalam 15 titik. Nantinya, para karyawan dan ASN akan datang ke suatu titik penjemputan, begitu pun saat pulang. 

AYO BACA : Jokowi Janjikan Realisasi Kenaikan Gaji PNS Bulan Depan

"Car pooling dengan nama Grab to Work ini kita lakukan untuk mobil dengan enam seater. Kita tidak menutup kemungkinan kalau perusahaan lain mau ikut car pooling kita  harapkan bisa sukses," jelas Didi.

Untuk menciptakan daya tarik, Dishub mewajibkan lima  grup car pooling membuat vlog alias video blogging yang tengah berkembang di industri hiburan dunia maya. Tujuannya supaya para pengguna car pooling dapat menyebarkan aura positif dan program ini bisa diterima oleh masyarakat. 

"Mungkin nanti teman-teman siapkan vlog terbaik, akan ada hadiahnya," tuturnya. 

Saat ini, layanan penyedia transportasi daring Grab tengah fokus membantu pemerintah untuk memberikan solusi dari permasalahan kota. Mereka menyiapkan armada Grab untuk membantu pemerintah mengurangi kemacetan. 

AYO BACA : Dirigen Bonek: Rindu Persaudaraan dengan Bobotoh Terbayar

"Kita siapkan mitra roda dua, mitra roda empat. Roda empat utamanya yang berkapasitas 6 seater," kata Partner Engagement Grab Jawa Barat, Mawaddi Lubby.

Tempat duduk dengan kapasitas enam orang ini dibuat supaya masyarakat mau menggunakan mobil bersama-sama. Grab to Work ini masih tahap uji coba. Mereka akan melihay antusiasme dan efektivitas program ini. 

"Karena  survey yang dilakukan bahwa masyarakat  yang menggunakan transportasi pribadi sangat banyak.  Orang yang menggunakan Grab apps ke sebagai transportasi pulang pergi kantor mendapatkan tingkat paling sedikit dibanding ke Mal, hotel, dan tempat hiburan," paparnya.  

Sedangkan penggunaan kendaraan pribadi lebih banyak disimpan di parkiran kemudian digunakan kembali saat pulang kerja. 

Program ini berpotensi untuk menanamkan kesadaran masyarakat dan pegawai dalam menggunakan kendaraan publik, karena mobil lebih banyak disimpan saat bekerja. Buktinya, saat hari libur biasanya jalanan terbilang kosong.   

"Dengan program ini mudah-mudahan membantu pemerintah mengatasi permasalahan kota sehingga masyarakat lebih nyaman dan enggak terhantui dengan masalah kemacetan, juga buat orang luar kota, turis, wisatawan jadi lebih senang ke Bandung,"  paparnya. 

AYO BACA : Honor tak Sebanding, 165 Petugas Sorlip Surat Suara Mengundurkan Diri

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar