Yamaha NMax

Honor tak Sebanding, 165 Petugas Sorlip Surat Suara Mengundurkan Diri

  Jumat, 08 Maret 2019   Erika Lia
Proses sorlip surat suara Pemilu 2019 di gudang penyimpanan logistik di Kota Cirebon yang dimulai Rabu (6/3/2019) lalu. Sedikitnya 165 orang yang terlibat mundur sejak hari kedua sorlip dengan alasan terbanyak honor yang dianggap tak sebanding. (Erika Lia/Ayo Media Network)

CIREBON, AYOBANDUNG.COM -- Sedikitnya 165 warga yang terlibat proses penyortiran dan pelipatan (sorlip) surat suara Pemilu 2019 di Kota Cirebon mengundurkan diri. Alasan paling dominan diindikasi besaran honor yang diterima dinilai tak sebanding dengan pekerjaannya.

Informasi yang diperoleh ayocirebon.com, dari 242 orang yang terlibat pada hari pertama proses sorlip, jumlahnya menurun menjadi sekitar 77 orang. Sorlip telah dimulai sejak Rabu (6/3/2019) dan terus berlanjut hingga Jumat (8/3/2019) ini.

"Hari pertama 242 orang, tapi hari kedua (Kamis) jadi 77 orang karena berbagai alasan," ungkap Komisioner KPU Kota Cirebon, Dedi Haerudi, Jumat (8/3/2019).

Dia menyatakan, alasan paling banyak yang dikemukakan mereka yang mengundurkan diri adalah besaran honor. Mereka menganggap, honor yang diberikan tak sebanding dengan waktu dan tenaga yang dikeluarkan.

"Ada yang beralasan, mending jaga anak," ujar Dedi menirukan salah satu alasan yang disampaikan warga.

AYO BACA : Ribuan Surat Suara di Sukabumi Rusak

Honor yang diberikan bagi petugas sorlip adalah Rp100/lembar dengan potongan pajak. Meski demikian, besaran honor yang diterima tergantung dari kinerja masing-masing orang.

"Kalau yang malas-malasan, paling hanya Rp40 ribu. Ada pula kok yang rajin, bisa melipat dua kotak dengan isi 500 lembar surat suara/kotak dan menerima honor Rp100 ribu," bebernya.

Menurutnya, pekerjaan yang dilakoni dalam proses sorlip tergolong mudah. Mereka hanya cukup melipat dua kali saja untuk setiap lembar surat suara. Soal honor , dia menuturkan, nilainya lebih besar ketimbang yang berlaku di Tasikmalaya dan Sumedang. Di dua kota itu honor yang diberikan hanya Rp75/lembar.

Dari sekitar 165 orang yang mengundurkan diri, sebagiannya adalah panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS) tingkat Kelurahan. Dari jumlah 242 orang yang sebelumnya terlibat proses sorlip, 91 orang di antaranya merupakan PPK dan PPS, sedangkan sisanya warga.

"Sekitar 70% PPK dan PPS dari jumlah 91 orang mengundurkan diri dalam proses sorlip ini. Hanya menyisakan beberapa orang saja," katanya.

AYO BACA : Kekurangan Personel, Proses Sortir dan Lipat Surat Suara Akan Molor

Meski begitu, pihaknya tak bisa melarang mereka untuk menghindari hal yang tak diinginkan. Namun dia mengakui, mundurnya PPK dan PPS dalam proses sorlip memberi pengaruh signifikan.

Dia menjelaskan, dalam proses sorlip, PPK dan PPS memegang peran penting dalam menyortir dan mengeset surat suara. Mereka sebelumnya telah dilatih untuk ini. "Mengingat mereka sudah dilatih, jadi pengaruhnya pada kualitas surat suara yang disortir dan diset," ungkapnya.

Selain itu, mundurnya seratusan lebih orang itu berpotensi memengaruhi waktu sorlip. Dedi mengatakan, dengan jumlah 242 orang yang terlibat, proses sorlip bisa rampung dalam 3-4 hari. "Dengan kejadian ini, proses sorlip bisa mundur 1-2 hari dari agenda semula," ujarnya.

Namun KPU Kota Cirebon kini telah menambah sekitar 30 orang untuk membantu proses sorlip. Dengan seratusan orang yang ada sekarang, KPU Kota Cirebon mengupayakan sorlip selesai pada akhir pekan ini atau awal pekan depan.

Mengamati perkembangan situasi seperti itu, KPU Kota Cirebon berencana mengevaluasi kembali keterlibatan orang-orang yang terlibat dalam sorlip kali ini. Evaluasi perlu dilakukan mengingat pihaknya tak ingin terkendala dalam keseluruhan proses persiapan menjelang Pemilu pada 17 April 2019.

"Masih ada surat suara yang belum kami terima, masing-masing surat suara untuk DPRD Provinsi Jawa Barat, DPD, dan DPRD Kota/Kabupaten. Jangan sampai proses sorlip surat suara yang belum datang itu terhambat situasi seperti ini lagi," tegasnya.

AYO BACA : KPU Kota Bandung Targetkan Sortir Surat Suara 20 Hari

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar