Yamaha Aerox

Bantuan Biskuit dan Susu Ibu Hamil Dinyatakan Melanggar Proses Pemilu

  Jumat, 08 Maret 2019   Ananda Muhammad Firdaus
Komisioner Bawaslu Kota Bekasi Ali Mahyail saat sidak di posko pemenangan Caleg DPR RI, Intan Fitriana Fauzi di kawasan Ruko Galaxy, Bekasi Selatan, Selasa (5/3/2019). Dirinya menemukan seribu dus biskuit dan susu ibu hamil yang dibagikan melalui Intan dan menyatakan hal itu melanggar pemilu. (istimewa)

BEKASI TIMUR, AYOBANDUNG.COM—Sejumlah warga Kota Bekasi yang mendapat bantuan biskuit dan susu ibu hamil dari Intan Fitriana Fauzia, yang merupakan caleg yang juga petahana anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional, menyanggah bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kampanye. 

Seorang warga Duren Jaya, Bekasi Timur, Dewi Utaminingtyas menuturkan, dirinya menerima bantuan biskuit balita dalam bentuk dus. Dia mengatakan, penyaluran dus yang diterimanya merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan namun melalui Intan. 

“Ya, saya dikasih. Dari pihak Bu Intan. Katanya dari kementerian, aspirasi Pemerintah lewat anggota DPR RI untuk diberikan ke warga,” kata Dewi, Jumat (8/3/2019).

Dia menerangkan, tidak menemukan stiker kampanye caleg di kardus biskuit tersebut. Hanya saja terdapat gambar Intan sebagai anggota DPR RI. “Nggak ada tuh. Cuma ada Bu Intan sebagai Anggota DPR RI. Engga ada nomor urutnya,” ujarnya. 

Senada dengannya, warga Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Habibah, mengaku tidak menemukan stiker pencalegan Intan, berikut penerimaan barang tidak dalam agenda kampanye, tetapi melalui RT setempat. 

AYO BACA : 2.050 Pelanggaran Warnai Tahapan Pemilu 2019

“Tidak ada stiker tulisan caleg dan nomor urut caleg. Yang ada stiker anggota DPR RI atas nama Intan Fauzi dan ada logo DPR RI-nya. Pemberian juga bukan pada saat kampanye atau sosialisasi. Tetapi itu diberikan kepada RT untuk warga dari Kementerian Kesehatan lewat aspirasi DPR RI Bu Intan Fauzi,” katanya. 

Sama dengannya, warga Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, Nuraini, mengatakan bantuan ini merupakan aspirasi warga. Justru dengan adanya penyaluran, lanjutnya, manfaat program kementerian terimplementasikan. 

“Kita tidak diarahkan mencoblos siapa atau caleg siapa. Pihak Bu Intan juga bilang itu pemberian kementerian,” tuturnya

Bawaslu Nyatakan Melanggar

Sebelumnya, Komisioner Bawaslu Kota Bekasi, Ali Mahyai, mengungkapkan bahwa penerimaan bantuan itu diadukan oleh warga pada Jumat (1/3/2019). Pihaknya lalu melakukan sidak di posko pemenangan Intan, di daerah Galaxy, Bekasi Selatan, Selasa (5/3/2019).

AYO BACA : Bawaslu Kota Bandung Tangani 8 Kasus Pelanggaran Kampanye

"Kita temukan sekitar seribu dus, masing-masing berisi empat bok makanan bayi dan makanan ibu hamil," kata Ali. 

Dia menyampaikan, seharusnya dinas terkait yang mengeksekusi pembagian.

Setelah temuan lapangan, pihaknya melakukan pembahasan internal Bawaslu dan menyatakan dugaan itu memang menjadi bentuk pelanggaran pemilu. 

"Kita sepakat itu masuk pelanggaran. Tapi sebagaimana diatur pada UU Nomor 7 Tahun 2017 Pasalnya 523 ayat 1 juncto pasal 280 ayat 1 huruf j tentang peserta kampanye memberikan atau menjanjikan uang atau materi lainnya. Nah, itu ancaman hukumannya 1 tahun dan denda Rp12 juta," jelasnya. 

Kasus ini kemudian akan dilimpahkan ke Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) untuk dilakukan proses pendalaman terhadap bukti-bukti yang telah berhasil dikumpulkan Bawaslu. Apabila seluruh prosedur telah ditempuh dan terbukti bersalah, Intan bisa dipidana dan didiskualifikasi dari peserta pileg. 

“Kita sudah ada bukti materil, barangnya sudah kita temukan. Kemudian foto dan saksi-saksinya. Saksi sudah ada empat, dua dari luar dan dua lainnya dari Bawaslu. Jumat ini (8/3/2019) kita mulai rapat pembahasan satu bersama Gakkumdu,” tandas Ali.

AYO BACA : Banyak Pelanggaran, Satpol PP Kota Bandung Tertibkan Ribuan APK

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar