Yamaha Lexi

Uang Pengaruhi Hubungan Asmara? Ini Kata Peneliti

  Kamis, 07 Maret 2019   M. Naufal Hafizh
Ilustrasi. (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM—Karena kerumitannya, cinta sulit untuk didefinisikan. Ada banyak hal tak terduga yang bisa terjadi dalam percintaan. Namun, kunci untuk asmara yang bahagia ternyata bisa terletak pada uang yang dihasilkan bersama pasangan.

Dilansir dari The Independent, Kamis (7/3/2019), sebuah riset menemukan bahwa tak hanya pasangan yang bergaji tinggi yang potensi menikahnya lebih cepat. Pasangan dengan gaji yang sama pun memiliki peluang besar untuk segera menikah.

Patrick Ishizuka, seorang peneliti dari Cornell University’s Population Centre, telah menulis sebuah makalah yang mengeksplorasi cara uang mempengaruhi hubungan asmara

Riset ini menyelidiki faktor-faktor yang memugkinkan hubungan antar-pasangan berlanjut dalam pernikahan

Setelah pasangan mencapai ambang penghasilan dan kekayaan tertentu, mereka lebih mungkin untuk menikah. Mereka ingin memiliki rumah, mobil, dan tabungan yang cukup untuk memiliki pernikahan besar, dan mereka juga ingin memiliki pekerjaan yang stabil dan penghasilan tetap,” kata Ishizuka

Menurut Ishizuka, pasangan dengan posisi ekonomi yang lemah berisiko lebih tinggi untuk berpisah, meskipun penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pasangan dengan sedikit uang menempatkan banyak nilai pada gagasan soal pernikahan ini.

Selain itu, Ishizuka menemukan penyebab tertinggi fenomena perceraian sejak tahun 1960-an terjadi karena faktor pendidikan yang rendah. Namun, jumlah uang yang dimiliki bersama oleh pasangan ini bukanlah satu-satunya faktor penting dalam menentukan kekuatan komitmen mereka.

Menurut Ishizuka, pasangan yang hidup bersama dan mendapatkan gaji yang sama juga memiliki kemungkinan lebih besar untuk tetap bersama.

Kesetaraan muncul untuk meningkatkan stabilitas. Kesetaraan dalam kontribusi ekonomi pria dan wanita dapat membuat hubungan antar-pasangan lebih awet, paparnya.

Pasangan yang benar-benar saling mengenal sebelum menikah memiliki kecenderungan yang lebih besar terhadap pandangan egaliter daripada mereka yang tak mencoba untuk lebih saling mengenal sebelum menikah.

Saling mengenal satu sama lain lebih baik untuk kehidupan rumah tangga sebelum menikah karena dapat memengaruhi cara orang memandang peran tradisional antara lelaki dan perempuan tradisional.

“Ini benar-benar gabungan sumber daya pasangan yang tampaknya penting,” tambahnya.

Meski demikian, harus dicatat bahwa penelitian ini dilakukan di negara-negara barat. Kebudayaan dan nilai-nilai setempat yang berbeda tentu akan mempengaruhi hasilnya bila dilakukan di tempat lain.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar