Yamaha Lexi

Asal Usul di Balik Dapoer Traveler

  Kamis, 07 Maret 2019   Fathia Uqimul Haq
Dapoer Traveler

COBLONGAYOBANDUNG.COM--Sebelum mendirikan Dapoer Traveler, Yulinda yang hobi masak ini pernah membuka Yulinda's Kitchen. Ia menyuguhkan makanan berat yang biasa dipesan banyak orang. Sebut saja seperti ayam dan ikan goreng. 

Wanita itu bukanlah seorang ahli masak atau lulusan manejemen katering, misalnya. Bermodal nekat, keinginan, dan kegemaran memasak, akhirnya ia berniat membuka usaha makanan di sebuah food court. Nahas, ia harus pindah ke lain tempat dengan membawa konsep baru. 

"Aku belajar otodidak masak. Aku sadar waktu masih Yulinda's Kitchen, masakanku belum enak. Pernah sampai ada di titik pusing harus buat bumbu apa yang pas," ujarnya, kepada ayobandung, Rabu (6/3/2019). 

Ia butuh waktu hampir dua tahun untuk bisa percaya diri dan berani membuka gerai barunya yang diberi nama Dapoer Traveler. Nama itu muncul dari teman satu bisnisnya yang hobi melakukan perjalanan, dan dirinya yang hobi memasak. 

Wanita asal Jakarta itu mengaku bahwa di balik gerai terdapat orang-orang yang menyokong dan membantu berdirinya bisnis tersebut. Akhirnya, ia mengganti nama Yulinda's Kitchen menjadi Dapoer Traveler.  

AYO BACA : Stadion Patriot Siap Digunakan Final Piala Presiden

"Kalau Yulinda's kitchen kan kaya cuma aku aja padahal di balik itu banyak orang yang terlibat," papar Linda, sapaan akrabnya. 

Nama itu pun jadi sebuah tujuan dan doa supaya gerai Dapoer Traveler bukan hanya sekadar tempat makan seafood murah. Ke depan ia ingin Dapoer Traveler menjadi tempat para pencinta Traveling untuk sama-sama berbagi pengalamannya di tempat ini.

"Itu cita-cita besar kami," ungkapnya. 

Bisnis yang dimulai sejak November 2018 ini pun menjadi primadona bagi kalangan mahasiswa. Tentu saja, gerai Dapoer Traveler terletak di kawasan kampus yang menjadi lokasi kos-kosan para mahasiswa. Seperti mahasiswa dari Unpad Dipati Ukur, Unikom, ITHB, dan lain-lain.  

Makanya, gerai akan semakin padat dari waktu sore ke malam. Bukan hanya pelanggan yang makan di tempat, pelanggan take away dan pengguna jasa ojek daring pun senantiasa mampir ke sana.

AYO BACA : Aruna Jadi Pembuka Festival Film CinemAsia di Belanda

Yulinda menyebutkan menu yang paling banyak dipesan adalah cumi. Namun, rata-rata semua olahan seafood yang paling diminati adalah asam pedas dan teknik bakar.

Meskipun  berjalan di usia yang masih kecil, Dapoer Traveler tak segan-segan memberikan pelayanan kepada pelanggan bersikap kekeluargaan. Linda sekali-kali mengecek dan menyapa langganannya.

Harganya yang terbilang sangat murah menjadi incaran. Apalagi rasanya yang tidak murahan menjadikan gerai ini selalu dipenuhi pelanggan dari sore ke malam. 

Alasan dipatok dengan harga murab karena kawasan ini menyediakan makanan yang murah sehingga Dapoer Traveler tak ingin kalah saing. 

Apalagi harga nasi yang Rp 3000 dan bisa menambah sepuasnya jika makan di tempat membuat Dapoer Traveler dicintai pembeli. 

"Saya hampir tiap malam makan di sini, kuliah saya di Unikom," kata salah satu langganan Dapoer Traveler, Budiman. 

Budiman mengaku betah makan di Dapoer Traveler karena bisa dibuatkan menu di luar yang disediakan.

"Enak bisa dibuatin menu yang enggak ada di sini," ucap mahasiswa asal Unikom itu. 

AYO BACA : 5 Fitur Traveloka Jadikan Mudik Naik Kereta ke Bandung Semakin Mudah

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar