Yamaha Mio S

Ramos, Ronaldo, dan Zidane

  Rabu, 06 Maret 2019   Andres Fatubun
Sergio Ramos, Cristiano Ronaldo, dan Zinedine Zidane. (Squawka Football)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--"Madrid" menjadi trending topik dunia pada Rabu (6/3/2019) pagi. Hal itu tak lepas dari kekalahan Real Madrid 3-5  atas Ajax di babak 16 besar Liga Champions. 

Bukan sekadar kalah, tapi Madrid juga tampil seperti tim amatiran melawan Ajax yang dihuni pemain muda haus gelar.

Sergio Ramos
Kekalahan Madrid dini hari tadi tidak lepas dari absennya sang kapten Sergio Ramos. 

Pelatih Ajax, Eric tan Haag, sudah memprediksi jika Madrid akan goyah tanpa kehadiran Ramos. Taktiknya mengeksploitasi posisi yang ditinggalkan Ramos berhasil. 

Ramos bukan cuma kapten tim, ia adalah sosok pemimpin yang mampu menggelorakan semangat tim. Bahkan ia sering main kotor untuk mengintimidasi lawan. Akhir pekan lalu perseteruannya dengan Lionel Messi di pentas La Liga berakhir dengan kucuran darah dari mukanya.

Ramos juga sering menjadi penentu pertandingan. Pada final Liga Champions musim 2016-16 melawan Atletico, ia terpilih sebagai pemain terbaik dan mencetak satu gol. Di dua musim berikutnya, Ramos memimpin teman-temannya memenangkan trofi Si Kuping Besar-sebutan trofi Liga Champions. 

AYO BACA : Dramatis, Ajax Hempaskan Real Madrid dari Liga Champions

Madrid menjadi tim pertama yang sukses meraih trofi tersebut selama tiga musim berturut-turut.

Cristiano Ronaldo 
Selain "Madrid", muncul juga "Ronaldo" dalam deretan trending topik dunia. "Ronaldo" mengacu pada nama Cristiano Ronaldo yang tak bisa dipisahkan dari hegemoni Madrid di pentas Eropa.

Ronaldo adalah momok bagi lawan-lawannya.

Pemain asal Portugal tersebut adalah pencetak gol terbanyak Madrid sepanjang masa. Ia menorehkan 450 gol selama sembilan musim. Dia juga tercatat sebagai pemain yang paling banyak membobol gawang lawan yaitu sebanyak 105 kali. 

Koleksi lima trofi Liga Champions dan lima gelar pemain terbaik dunia, membuktikan dia bukan pemain biasa.

Hengkangnya Ronaldo hengkang ke Juventus musim lalu menuai pro dan kontra. Pihak pro mengatakan Madrid harus move on dan tidak bisa bergantung pada satu pemain saja. Sebaliknya yang kontra, mengatakan Madrid akan menuai petaka dengan melepas Ronaldo.

AYO BACA : Singkirkan Dortmund, Spurs Melaju ke Perempat Final

Untuk saat ini, pihak kontra vokal menyebut keputusan Presiden Madrid Florentino Perez melepas Ronaldo adalah kesalahan besar.

Sebelum Ronaldo datang, prestasi terbaik Madrid di Liga Champions hanyalah mencapai babak 16 besar yaitu dari musim 2004-2009.

Namun setelah Ronaldo bergabung di tahun 2009, prestasi Madrid di pentas paling bergengsi Eropa tersebut melejit. Ronaldo mengantarkan Madrid meraih empat kali juara dan minimal membawa timnya ke babak semifinal sebanyak sembilan kali.

Zinedine Zidane
Madrid menjadi tim pertama yang mencetak hattrick juara Liga Champions berkat tangan dingin Zinedine Zidane. Pelatih asal Perancis tersebut meraih juara di musim 2015-16, 2016-17, dan 2017-18. 

Di ketiga partai final tersebut, Zidane mengalahkan pelatih yang lebih senior yaitu Diego Simeone, Massimiliano Allegri, dan Juergen Klopp.

Akhir musim lalu ia mendadak mengundurkan diri dari jabatan pelatih dengan alasan tekanan dari presiden Madrid yang dianggapnya terlalu tinggi. Zidane memang perkasa di Eropa, tapi di pentas liga domestik ia baru sekali meraih juara. Hal itulah yang membuat petinggi Madrid tak puas.

Hengkangnya Ronaldo dan Zidane dalam waktu yang hampir bersamaan, saat itu, diprediksi akan membuat Madrid hancur. Nyatanya prediksi tersebut kini menjadi kenyataan. 

Madrid tak cuma kalah di lapangan, namun suasana di ruang ganti pun semakin dingin. 

Ramos secara terang-terangan mengatakan lini depan pemainnya tidak tajam. Begitu juga gelandang Luca Modric, meminta Gareth Bale mengeluarkan kemampuan terbaiknya sambil mengaku rindu Ronaldo. 

AYO BACA : Jadwal Pertandingan Liga Champions 7 Maret Dini Hari

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar