Yamaha Lexi

Warga Binaan Lapas Narkotika Kelas II A Jelekong Deklarasikan Anti-Halinar

  Jumat, 01 Maret 2019   Mildan Abdalloh
Warga binaan Lapas Narkotika Kelas II A Jelekong, Baleendah, Kabupaten Bandung, melakukan deklarasi Anti-Halinar (Handphone, Pungli, dan Narkotika) di lapangan Lapas Narkotika Kelas II A Jelekong, Jumat (1/3/2019). (Mildan Abdalloh/Ayobandung.com)

BALEENDAH, AYOBANDUNG.COM—Warga binaan Lapas Narkotika Kelas II A Jelekong, Baleendah, Kabupaten Bandung, melakukan deklarasi Anti-Halinar (Handphone, Pungli, dan Narkotika), Jumat (1/3/2019).

Deklarasi anti-Halinar bagi warga binaan Lapas Jelekong tersebut merupakan tindak lanjut dari deklarasi serupa yang dilakukan oleh Sipir Lapas Narkotika Kelas II A Jelekong.

Deklarasi dilakukan di lapangan Lapas Narkotika Kelas II A Jelekong. Ratusan narapidana, membacakan naskah deklarasi dipandu oleh pemuka warga binaan. Setelah proses deklarasi dilakukan, satu per satu narapidana menandatangani kesepakatan Anti-Halinar.

Kabid Pembinaan Bimpas Infokom Kanwil Kemankumham Jabar Radi Setiawan mengakatakan, deklarasi Anti-Halinar yang dilakukan oleh warga binaan Lapas pertama kali dilakukan di seluruh Lapas se-Indonesia.

Ini merupakan komitmen dalam menuju zero halinar di dalam Lapas. Kalau bagi petugas sudah dilakukan, tapi tidak adil kalau hanya petugas saja yang deklarasi, sehingga warga binaan juga melakukan hal yang sama, tutur Radi.

Dengan deklarasi yang dilakukan, baik oleh warga binaan maupun petugas sipir, diharapkan ke depan Lapas bisa terbebas dari penyakit pungli, narkoba, dan penggunaan handphone.

Warga binaan merupakan pelakunya, semoga dengan kegiatan ikrar ini dapat dijadikan momentum yamg bagus dan menjadi contoh untuk lapas-lapas lainnya di seluruh Indonesia, ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Narkotika Kelas II A Jelekong Gungun Gunawan mengatakan, dengan deklarasi tersebut, baik petugas maupun warga binaan, bisa mencegah tindakan yang dilarang di dalam Lapas, baik itu menggunakan handphone, narkoba, maupun pungli.

Setelah deklarasi ini, tindakan tegas akan dilakukan jika diketahui melanggar, tegasnya.

Tindakan tegas tidak hanya diberlakukan bagi warga binaan, tetapi juga bagi petugas sipir yang kedapatan melanggar, seperti melakukan pungli atau membantu penyelundupan barang terlarang di Lapas.

Oknum akan terus berupaya mencari keuntungan walaupun di dalam penjara dan pihaknya pun tidak akan lelah membina warga binaan.

Saya tekanan kepada mereka, karena kami sudah melakukan optimalisasi pelayanan terhadap mereka. Pembebasan bersyarat, remisi dan lainnya. Sekarang semua sudah serba online, memudahkan kepada mereka. Peningkatan ini harus ada timbal baliknya kepada mereka, satu kelakuan baik, kalau mereka nakal rugikah kita memberikan pelayanan maksimal tapi nakal kita biarkan, imbuhnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar